SuaraSulsel.id - Sebanyak 1.145 narapidana di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Kota Makassar, Sulawesi Selatan telah mendapatkan asimilasi rumah alias dibebaskan selama pandemi Covid-19.
Asimilasi tersebut diberikan untuk mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19 di dalam Rutan Makassar. Dilakukan sejak tahun 2020.
Kepala Rutan Kalas I Makassar Sulistyadi mengatakan asimilasi rumah tersebut diberikan berdasarkan peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 24 tahun 2021 tentang syarat dan tata cara pemberian asimilasi, Pembebasan Bersyarat (PB), Cuti Menjelang Bebas (CMB), dan Cuti Bersyarat (CB).
Pemberian hak asimilasi tersebut diberikan bagi narapidana dan anak alias anak didik permasyarakatan dalam rangka pencegahan dan penanggulangan Covid-19.
Pada aturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia nomor 24 tahun 2021 itu, kata dia, program asimilasi rumah hanya dapat diusulkan bagi narapidana yang telah memasuki 2/3 tahun masa pidana. Sedangkan, untuk anak didik permasyarakatan (Andikpas) ialah yang telah memasuki 1/2 masa pidana.
"Iya, asimilasi rumah. Sejak berlakunya Permenkumham tersebut yang dapat asimilasi dari tahun 2020 sebanyak 1.145. Adapun perpanjangan peraturan ini berlaku mulai 1 Juli 2021 sampai 31 Desember 2021. Entah nanti akan diperpanjang lagi atau tidak, itu tergantung pandemi. Karena asimilasi ini untuk pencegahan penyebaran Covid-19," kata Sulistyadi kepada SuaraSulsel.id, Rabu (14/7/2021).
Menurut Sulistyadi, untuk jumlah tahanan yang mendapat asimilasi rumah bulan ini diketahui hanya berjumlah 14 orang saja. 14 orang narapidana tersebut rencananya akan diberikan asimilasi rumah pada momentum perayaan lebaran Idul Adha mendatang.
"Yang rencana akan bebas asimilasi jelang hari raya itu cuma 14 orang. Yang 1.145 itu sudah bebas. Jadi bukan karena mau Idul Adha dia dibebaskan, bukan. Tapi karena sudah jatuh tempo mendapati 1/2 masa pidananya, ya dikeluarkan. Dalam rangka mengatasi penyebaran Covid itu yang aturan kemarin," kata dia.
" Hari ini ada 5 orang hang mendapatkan asimilasi rumah, kemarin ada 3 dan Rabu lalu ada 28 orang," tambah Sulistyadi.
Baca Juga: Kasus Covid-19 di Medan Melonjak Dalam Sehari, Begini Kata Bobby Nasution
Kata Sulistyadi, saat momentum lebaran Idul Adha tersebut, tidak ada warga binaan di Rutan Kelas I Makassar yang mendapatkan remisi atau pengurangan masa kurungan tahanan. Hal ini terjadi karena dalam aturan, remisi hanya akan diberikan saat perayaan lebaran Idul Fitri.
"Tidak ada yang mendapatkan remisi lebaran Idul Adha. Kan memang sudah ada peraturan soal itu, yang ada itu remisi untuk Idul Fitri. Jadi yang ada hanya Remisi Khusus Hari Raya, setiap agama punya hari raya. Misalnya Kristen, itu remisi Natal. Untuk Idul Adha itu tidak ada," jelas Sulistyadi.
Sementara total keseluruhan warga binaan di Rutan Kelas I Makassar saat ini diketahui tercatat sekitar 1.500-an orang. Meski begitu, kata Sulistyadi, tahanan baru yang akan masuk masih banyak dan saat ini masih ditahan di Kepolisian untuk mencegah membludaknya penghuni di tengah pandemi.
"Sudah banyak yang bebas namun tetap terus bertambah. Hingga hari ini bertahan di angka 1.525 orang. Penerimaan tahanan baru hanya yang sudah berstatus A.III atau tahanan Pengadilan. Masuknya pun dengan protokol kesehatan ketat, semua tahanan baru wajib dinyatakan non reaktif dari Covid-19," terang Sulistyadi.
Khusus untuk pelaksanaan menghadapi perayaan Idul Adha nanti, kata dia, pihaknya juga sementara melakukan koordinasi dengan Satgas Covid-19. Dengan menerapkan protokol kesehatan.
"Teknis perayaan Idul Adha nanti, sementara kita koordinasi dengan Satgas Covid. Kemungkinan tetap kita laksanakan salat Ied di lapangan, tapi kan tidak ada orang dari luar. Tetap protokol kesehatan seperti perayaan Idul Fitri kemarin. Insyaallah akan ada pemotongan hewan kurban, dua sapi dan kambing. Untuk qurban nanti, itu yang dibagikan ke tahanan," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Kali Wanggu Meluap, 317 Warga Kendari Terpaksa Mengungsi ke Tenda Darurat
-
Air Laut Pasang dan Hujan Deras Rendam Bone: 2 Orang Dilaporkan Meninggal Dunia
-
Andi Sudirman ke Lokasi Banjir Bone, Serahkan Bantuan Rp1 Miliar
-
Bejat! Pemuda di Makassar Hamili Adik Kandung
-
Apa Sanksi Polisi Viral Bawa Parang ke Rumah Wali Kota Palopo?