SuaraSulsel.id - Update Data Covid-19 di Sulawesi Selatan dengan hasil tes di laboratorium sering kali terlihat timpang. Bahkan oleh sebagian orang dituding terjadi manipulasi. Ternyata begini penjelasan resminya.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan Ichsan Mustari menjelaskan alasan data pasien positif Covid-19 di Sulawesi Selatan dengan tes di laboratorium sering kali timpang.
Menurut Ichsan, hal ini karena hasil pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan lab dilakukan dua kali jika dinyatakan positif. Pemeriksaan dilakukan pada saat pertama kali bergejala, kemudian positif dan pemeriksaan kontrol.
Pemeriksaan kontrol dilakukan pada hari ke 10 dan 14 untuk mengetahui pasien yang positif, apakah sudah sembuh atau belum. Hasil ini juga dihitung masuk ke dalam angka positif tersebut.
"Jadi itu alasan kenapa banyak. Bahkan ada pemeriksaan yang sampai tiga kali, itu satu pasien," ujar Ichsan di kantornya, Rabu, 7 Juli 2021.
"Jadi kalau mau disandingkan hasil lab dengan jumlah hasil positif, itu berbeda. Itu miss interprestasi data," tambahnya.
Mantan Ketua Ikatan Dokter Indonesia Sulsel itu menjelaskan, saat ini semua data menggunakan aplikasi NAR atau New All Record. Artinya, data yang dirilis satgas Covid-19 sulsel tidak diambil langsung dari data laboratorium.
Data diambil melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan atau Litbankes Kementerian Kesehatan. Jadi diinput dari laboratorium langsung ke Kementerian, kemudian ke provinsi.
Selain itu, ada perbedaan data karena waktu rilis berbeda. Pemerintah pusat merilis data setiap jam 1 siang setiap harinya, sedangkan hasil pemeriksaan laboratoriam tidak memiliki waktu rilis.
Baca Juga: Namanya Dikaitkan Kasus Pailit Perusahaan, Ini Klarifikasi Yasir Machmud
"Jadi, data yang ada itu dari Kementerian langsung. Sangat tidak mungkin kalau kami mengurangi dan menambah," ujar Ichsan.
Ichsan menegaskan tidak ada niat Pemprov Sulsel mengurangi atau menambah data Covid-19. Data dikeluarkan agar masyarakat mengetahui bahwa pasien bertambah dan berkurang.
"Apa manfaatnya kita mau tambah atau kurangi angkanya. Jadi kalau kita mau sandingkan sebenarnya kita harus melihat by name by address," ujarnya.
Menurutnya bukan saatnya untuk saling menyalahkan saat ini. Tapi bagaimana menemukan solusi menekan penyebaran virus Covid-19 di Sulsel.
Sebelumnya, Pakar Kesehatan, Universitas Hasanuddin, Idrus Paturusi menduga ada pengecilan angka yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk pasien positif Covid-19 di Sulsel.
Ia mengaku sudah melakukan investigasi sejak 23 Juni hingga 5 Juli 2021. Data tersebut diambil dari 24 laboratorium yang melakukan uji swab di Sulsel. Hasilnya kerap berbeda dengan data yang diumumkan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bebas dari Paving Block! 6 Km Jalan Tamalanrea Raya Makassar Dihotmix
-
Siang Jual Bendera, Malam Jualan Sari Laut: Cerita Pedagang Musiman Menjemput Rezeki Kemerdekaan
-
Hari Pramuka ke-65, Gubernur Sulsel dan Mentan RI Lepas Ribuan Peserta Jalan Sehat di Bone
-
Danantara Housing Expo 2026 Hadirkan Kolaborasi Himbara, BRI Dorong Kepemilikan Rumah Masyarakat
-
Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan