SuaraSulsel.id - Andi Zakiyah Nurhafizah, istri terduga teroris di Kota Makassar mengajukan permohonan pra peradilan. Untuk menggugat Densus 88 Antiteror Mabes Polri. Karena telah melakukan penangkapan dan penahanan terhadap suaminya, Muslimin J.
Gugatan pra peradilan diajukan Andi Zakiyah Nurhafizah melalui Lembaga Bantuan Hukum atau LBH Muslim Makassar selaku kuasa hukumnya di Pengadilan Negeri Makassar pada Rabu 7 Juli 2021.
"Ini hari saya sudah daftar tadi di informasi. Tapi katanya belum ada tergugatnya Densus. Jadi disuruh menunggu dulu sama petugas," kata Direktur LBH Muslim Makassar Abdullah Mahir kepada SuaraSulsel.id
Menurut Abdullah, gugatan pra peradilan yang didaftarkan tersebut hanya gugatan dari kliennya, Andi Zakiyah Nurhafizah. Mempertanyakan penangkapan dan penahanan terhadap Muslimin.
Sebab, gugatan dari Syamsinar yang merupakan istri dari Wahyudin selaku terduga teroris mencabut laporannya.
Wahyudin juga ditangkap Anggota Densus 88 Antiteror Mabes Polri berdasarkan hasil pengembangan dari kasus bom bunuh diri di depan gerbang Gereja Katedral Makassar pada Minggu 28 Maret 2021.
Wahyudin ditangkap saat hendak membeli bahan bakar minyak (BBM) menggunakan sepeda motor bersama anaknya yang berumur 2 tahun di Jalan Teuku Umar, Makassar pada 13 April 2021, pukul 14.30 Wita.
Sedangkan, Muslimin ditangkap di Jalan Kecaping Raya, Perumnas Antang, Kecamatan Manggala, Makassar pada 25 April 2021, pukul 17.30 Wita. Hal ini terjadi saat Muslim ingin membeli takjil bersama anaknya berumur 8 tahun dengan menggunakan sepeda motor.
"Yang didaftar satu. Yang satu sudah dia cabut gugatannya, Syamsinar istrinya Wahyudin. Kalau yang tetap kita lanjut gugatan Andi Zakiyah, istrinya Muslimin," kata dia.
Baca Juga: Terduga Teroris di Deli Serdang Ditangkap, Senjata Rakitan Disita
"Iya. Densusnya belum ada, belum daftar. Kan di pengadilan begitu, kita para pihak daftar dulu baru dipanggil hakimnya semua kalau sudah lengkap penggugat dan tergugatnya," tambah Abdullah.
Abdullah mengungkapkan alasan diajukan permohonan praperadilan adalah karena penggugat menilai penangkapan dan penahanan terhadap Muslimin tidak sesuai dengan KUHP.
Muslimin ditangkap karena diduga sebagai pelaku teroris jaringan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Sebab, Muslimin pernah ikut melakukan pengajian di Perumahan Villa Mutiara, Makassar yang diketahui merupakan tempat pengajian pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar.
Tetapi menurut Andi Zakiyah Nurhafizah, saat terjadi proses penangkapan, polisi tidak memperlihatkan surat penangkapan dan penahanan.
Belum lagi, selama ditahan di Polda Sulsel, penyidik belum memberikan kejelasan terkait status dari Muslimin, padahal Muslimin telah ditahan lebih dari 21 hari.
"Kalau pra peradilan kan terkait dengan penangkapan dan penahanan yang tidak sesuai dengan KUHP. Karena dia (Muslimin) ditangkap tanggal berapa, kemudian habis masa penahanan sampai 21 hari tidak ada surat. Makanya, kita gugat praperadilan," ungkap Abdullah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
Terkini
-
HP di Selokan Ungkap Misteri Kerangka Manusia di Kebun Tebu Boalemo, Diduga Korban Pembunuhan
-
Harga Bensin Eceran di Gorontalo Utara Naik Ugal-ugalan Rp16.650 per Liter
-
Status Waspada, Puluhan Kali Gempa Vulkanik Guncang Gunung Lokon dalam Sehari
-
Rp8.400 Per Bulan, Petani Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan
-
Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Masih Berkantor dan Belum Ditahan? Ini Alasannya