SuaraSulsel.id - Penyidik tindak pidana khusus (Pidsus) Kejari Polewali Mandar atau Polman menetapkan dua tersangka korupsi.
Pada pembangunan SPAM jaringan perpipaan di Desa Kelapa Dua Kecamatan Anreapi pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Polewali Mandar tahun 2018.
Penetapan dua tersangka berdasarkan surat penetapan tersangka nomor : PRINT- 691 / P.6.12 / Fd.2 / 04 / 2021 tanggal 23 Juni 2021, adalah inisial DTM mantan Kepala Bidang Cipta Karya pada Dinas PUPR Kabupaten Polman.
Pada kegiatan tersebut, DTM sebagai KPA merangkap PPK, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa pada Sekretariat Daerah Kabupaten Polewali Mandar.
Sedangkan penetapan tersangka inisial MN berdasarkan dengan surat penetapan tersangka nomor : PRINT- 690 / P.6.12 / Fd.2 / 04 / 2021 tanggal 23 Juni 2021. Tersangka MN pada kasus ini sebagai Direktur CV. Zam – Zam atau selaku kontraktor pelaksana kegiatan.
Kajari Polman melalui Kasi Pidsus Andi Rieker mengatakan, setelah dilakukan penyelidikan beberapa bulan lamanya, sehingga ditingkatkan naik ke penyidikan. Belum lama ini dilanjutkan dengan ekspose gelar perkara.
Disebutkan, tim penyidik Pidsus pada Kejaksaan Negeri Polewali Mandar, telah memiliki bukti – bukti kuat adanya dugaan tindak pidana korupsi. Mengacu pada pasal 1 angka 2 dan angka 14 KUHAP, sehingga tim penyidik berkesimpulan menetapkan keduanya menjadi tersangka.
Rieker menyebutkan, dari hasil pemeriksaan fisik di lapangan oleh tim ahli Politeknik Negeri Ujung Pandang dan Laporan Hasil Audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Sulawesi Barat Nomor : SR-103/PW32/5/2021 Tanggal 20 Mei 2021, ditemukan kerugian keuangan negara sebesar sebesar kurang lebih Rp 400 Juta lebih.
“Dari hasil penyelidikan dan penyidikan di lapangan dengan bukti yang kami miliki serta ditemukannya adanya kerugian negara berdasarkan hasil audit BPKP, dan dilanjutkan dengan ekspose perkara. Bahwa kami berkesimpulan Keduanya inisial DTM dan MN resmi kami tetapkan menjadi tersangka atas kasus ini,“ pungkasnya kepada pojokcelebes.com -- jaringan Suara.com
Baca Juga: Kasus Korupsi Pajak, KPK Tambah Penahanan Angin Prayitno Aji Selama 30 Hari
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Sekda Sulsel Dorong OPD Perkuat Pelayanan Publik Jelang Penilaian Ombudsman 2026
-
Ratusan Petani Luwu Timur Turun Gunung Tolak Penggusuran Kawasan Industri
-
Rebutan Solar Berdarah di SPBU Makassar, Kenapa Pertamina Selalu Bilang Stok Aman?
-
Pemuda Sinjai Merantau Demi Biayai Adik, Tewas Dikeroyok Massa
-
Dugaan Asusila Guru SD di Patimpeng Bone Disorot, SEMMI: Tolak Damai !