Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Yunus
Senin, 28 Juni 2021 | 08:17 WIB
Ilustrasi Pembunuhan. [Antara]

Kasus ini terkuak setelah saksi bernama Ashari yang diketahui merupakan suami siri korban pulang ke rumah kostnya. Sebab, Sri Irmawati yang dihubungi Ashari melalui panggilan telepon tidak merespon.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap Ashari (25 tahun), kata Deki, bahwa Ashari meninggalkan rumah kost pada pukul 07.00 Wita, untuk pergi kerja bangunan di depan Hotel Permata, Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Maccorawalie, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupeten Pinrang. Kala itu, kondisi Sri Irmawati masih dalam keadaan baik-baik saja.

Dari itu, pukul 11.56 Wita, Ashari kemudian menghubungi istrinya melalui sambungan telepon. Namun, tidak direspon. Hingga membuat Ashari pulang ke rumah kost.

Ashari yang belum mengetahui kejadian tersebut, bahkan masih sempat menghubungi kembali Sri Irmawati. Saat tiba di rumah kostnya.

Baca Juga: Hari Anti Narkotika Internasional: Bebaskan Perempuan dan Anak dari Jerat Narkoba!

Tetapi, tidak ada yang merespon panggilan Ashari. Hanya suara telepon Sri Irmawati terdengar dari dalam kamar kost waktu itu.

"Suaranya (handphone) kedengaran bunyi dari dalam kamar. Dan kami mencoba membuka pintu kamar, namun pintu kamar dalam keadaan terkunci. Sehingga kami mengambil kunci serep sama ibu kost dan membuka pintu kamar dan saya," terang Deki.

Betapa kagetnya, Ashari saat melihat anak dan istrinya sudah dalam keadaan bersimbah darah. Ashari pun langsung meminta pertolongan warga setempat yang berada di sekitar lokasi.

"Sudah bersimbah darah dan melihat ada bekas luka cakar di lehernya," ujar Deki.

Sementara saksi Darmayanti alias Maya (30 tahun), mengaku mendengar pertengkaran dari kamar Sri Irmawati pukul 11.15 Wita. Bahkan, Darmayanti yang ingin mengecek keadaan, sempat melihat ada seorang laki-laki yang keluar dari kamar kost korban.

Baca Juga: Kumpulan Ekspresi Janggal Gofar Hilman Klarifikasi Lecehkan 8 Perempuan

"Melihat ada seorang laki-laki keluar dari kost dan saya (Darmayanti) mau membuka pintu kamar Sri Irmawati Nur, namun pintu kamar tersebut dalam keadaan terkunci. Sehingga kami kembali masuk dalam kamar dan saya tidak mengetahui sama sekali kalau Sri Irmawati Nur sudah meninggal dunia," kata dia.

Load More