SuaraSulsel.id - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Kota Makassar memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI). Dengan memusnahkan sejumlah barang bukti berupa handphone milik tahanan yang diselundupkan musuk ke dalam penjara.
Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar di Lapangan Rutan Kelas I Makassar, Jumat (25/6/2021). Barang bukti yang musnahkan antara lain adalah 16 buah handphone, 5 gunting, 8 cas handphone, 1 rokok elektrik, 2 pisau cukur, dan 2 ikat pinggang.
Kemudian, 12 sendok besi, 8 gunting kuku, 4 kabel, 2 hanger besi, 5 kartu remi, 20 korek gas, 1 pemanas air dan 3 pisau cutter.
Kepala Rutan Kelas I Makassar, Sulistyadi mengatakan, barang bukti yang dimusnahkan tersebut merupakan barang terlarang di dalam rutan.
Sebab, petugas telah menyiapkan sarana wartel di tiap blok hunian sebagai sarana komunikasi dalam melakukan panggilan suara maupun video call.
"Pada dasarnya kan handphone itu dilarang. Jadi karena adanya penyelundupan handphone, dan kepemilikan handphone makanya disita," kata Sulistyadi kepada SuaraSulsel.id
Selain melakukan pemusnahan, kata Sulistyadi, dalam rangka memperingati hari Anti Narkotika Internasional tersebut juga ada ratusan warga binaan yang mengikuti rehabilitasi medis. Dengan cara mengikuti kegiatan seni.
Jumlah warga binaan yang mengikuti rehabilitasi medis diketahui sebanyak 200 orang. Sesuai anggaran DIPA tahun 2021 dan di tempatkan khusus di Blok Andi Djemma.
Menurutnya, penggelaran seni ini adalah sebagai wujud rehabilitasi narkoba. Dimana, kata dia, rehabilitasi bukan hanya bagaimana bisa sembuh pulih dari narkoba tetapi juga bagaimana bisa berkarya.
Baca Juga: Mulai Dilarang Ketemu Keluarga, Tahanan KPK Cuma Boleh Dibesuk Daring Tiap Senin-Kamis
"Kegiatan rehab medis ini dimulai dengan assessment dan konseling di bulan Januari dan dilanjutkan dengan terapi medis. Nanti diakhir Juli akan dilanjutkan dengan monitoring dan evaluasi disertai keterampilan. Jadi kami terus kembangkan bakat dan minat para warga binaan," jelas Sulistyadi
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan, Harun Sulianto mengapresiasi antusiasme warga binaan yang dengan semangat mengobarkan War On Drugs yang dikemas dalam beberapa aksi pentas.
Mulai dari Yel Yel Anti Narkoba, Modern Dance, Teatrikal Drama dengan tema War On Drugs, Stand Up Komedi hingga Musikalisasi Puisi.
"Sangat luar biasa, melihat aksi pentas warga binaan tergambar jelas semangat mereka untuk ingin lepas dari jerat narkotika. Berharap program rehabilitasi medis ini memberikan hasil yang luar biasa, bisa benar-benar pulih sehingga setelah bebas nanti bisa aktif dan produktif di tengah masyarakat," ujar Harun.
Kepala BNNP Sulsel Brigjen Pol Giri Prawijaya mengungkapkan kegiatan ini ialah bukti dari tekad bersama untuk memerangi narkoba dan sebagai bentuk untuk mewujudkan Indonesia bersinar atau bersih dari narkotika.
"Saudara warga binaan bukanlah orang yang terbuang. Bukan orang tidak berguna, tapi orang terdidik yang siap ditempa untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Dan terima kasih kepada Rutan Makassar yang telah dan terus menempa mereka yang tentunya berdampingan dengan Balai Rehababilitasi Baddoka," ungkap Giri Prawijaya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Balita Tewas Ditabrak Mobil Perwira Polisi di Bone
-
Pusat Tes TOEFL dan Bahasa Asing Hadir di Makassar, Jangkau Sulawesi hingga Papua
-
Jalan Hertasning Nyaris Rampung! Ini Update Terbaru Proyek Jalan Rp2,5 Triliun di Sulsel
-
Darurat Sampah Makassar, Wali Kota Appi Pastikan Proyek PSEL Tetap Jalan Meski Ada Penolakan
-
Apa Itu Arbitrase Internasional? Ancaman Investor China di Proyek PSEL Makassar