Ari Syahril Ramadhan
Minggu, 06 Juni 2021 | 16:18 WIB
Petugas mendata dan memeriksa kesehatan pedagang sebelum mengikuti vaksinasi COVID-19 di Pasar Tradisional Manonda di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (20/5/2021). [ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/rwa]

SuaraSulsel.id - Pusdatina COVID-19 Provinsi Sulteng mencatat, tingkat kesembuhan pasien yang terpapar COVID-19 di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) naik menjadi 95.26 persen.

Berdasarkan data Pusat Data dan Informasi (Pusdatina) COVID-19 Provinsi Sulteng, dari total 12.965 orang yang positif terinfeksi COVID-19, 12.350 orang diantaranya dinyatakan telah sembuh.

"Sementara itu 371 pasien COVID-19 dinyatakan meninggal dunia atau 2,86 persen dari total pasien yang terpapar COVID-19," kata Juru Bicara Pusdatina COVID-19 Provinsi Sulteng Moh. Haris Kariming di Kota Palu, Sabtu malam (5/6/2021).

Selain itu, persentase kasus aktif COVID-19 di Sulteng turun menjadi 1,90 persen atau 244 pasien yang terpapar COVID-19 masih menjalani karantina secara mandiri maupun di pusat pelayanan kesehatan milik pemerintah daerah setempat.

"Kemudian ada 100 sampel usap atau swab masih dalam pemeriksaan. Semoga semua hasilnya negatif COVID-19," ujarnya.

Hari ini, kata Haris, delapan pasien COVID-19 yang dinyatakan telah sembuh, berasal dari sejumlah daerah, antara lain lima orang di Kabupaten Morowali, dua orang di Poso dan satu orang di Sigi.

"Sementara itu enam orang terkonfirmasi positif COVID-19 hari ini, meliputi empat orang di Kabupaten Tolitoli, satu orang di Poso dan satu orang di Banggai," ucapnya.

Ia meminta masyarakat mendukung tim pengawas dinas kesehatan kabupaten dan kota di Sulteng yang melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien positif COVID-19.

Berikutnya warga harus menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan dan penyebaran COVID-19.

Baca Juga: BPK Endus Penyalahgunaan Bansos COVID-19 di Sekretariat DPRD Sulsel

"Pencegahan yakni dengan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak serta menjauhi kerumunan. Langkah tersebut sangat penting dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran dan penularan COVID-19 di Sulteng," katanya. [Antara]

Load More