SuaraSulsel.id - Imelda Obey, pengusaha alat kesehatan di Sulawesi Selatan kembali diperiksa Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi pengerjaan sejumlah proyek infrastruktur di Sulawesi Selatan.
Imelda Obey diperiksa di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi Jalan Kuningan Persada Kav.4, Setiabudi, Jakarta Selatan. Selain itu, ada tiga empat orang saksi lainnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, saksi yang diperiksa hari ini adalah tiga orang pengusaha dan satu konsultan.
"Hari ini, 3 Juni 2021, dijadwalkan pemeriksaan saksi dan perkara tersangka pidana korupsi suap perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2020-2021," katanya dalam pesan tertulisnya.
Baca Juga: Cegah Pejabat di Kementerian ESDM Lakukan Korupsi, KPK Pakai Program Ini
Mereka adalah Imelda Obey, Kwan Sakti Rudy Moha, Herman Sentosa, La Ode Darwin, dan Arief Satriawan.
KPK sejauh ini sudah memeriksa sekitar 60-an saksi dari berbagai pihak. Tim antirasuah itu menemukan sejumlah aliran dana yang diduga dari ataupun ke rekening tersangka Nurdin Abdullah.
Sebelumnya, Imelda Obey dimintai keterangan pada 25 Maret lalu. KPK mengkonfirmasi antara lain terkait dugaan kedekatan hubungan Imelda Obey dan Nurdin Abdullah.
"Imelda bisa mendapatkan proyek dengan mudah di Pemprov Sulsel dan juga penyidik mendalami pengetahuan saksi terkait aliran sejumlah uang kepada tersangka NA," jelas Ali.
Sehari sebelumnya, KPK juga sudah memeriksa putra bungsu Gubernur Sulsel non aktif Nurdin Abdullah, Fathul Fauzy.
Baca Juga: Mantan Penyidik KPK Disebut Terima Suap, Denny Siregar Sindir Dalaman KPK
Ini adalah pemeriksaan ketiga Fathul. Selama Nurdin Abdullah ditangkap KPK sejak 28 Februari 2021. Ali mengatakan Fathul didalami pengetahuannya terkait dugaan adanya pembelian berbagai aset oleh tersangka Nurdin Abdullah.
Berita Terkait
-
Pakar Jelaskan Alasan KPK Tak Perlu Ikuti RUU KUHAP Soal Penyadapan
-
Kritik Keterlibatan Ketua KPK di Danantara, PUKAT UGM: kalau Terjadi Korupsi Mau Bagaimana?
-
KPK Undur Batas Waktu Penyampaian LHKPN Bagi Pejabat Hingga 11 April 2025
-
Wali Kota Depok Izinkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas, KPK: Mestinya Cegah Penyalahgunaan Fasilitas
-
KPK Buka Layanan Kunjungan dan Pengiriman Barang untuk Tahanan pada Hari Raya Idulfitri
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
Rahasia Desa Wunut Klaten Berdaya dengan BRI dan Sejahterakan Warganya
-
Mudik Nyaman Tanpa Khawatir! Ini Upaya Polres Majene Jaga Rumah Warga Selama Libur Lebaran
-
Drama PSU Palopo: Bawaslu Desak KPU Diskualifikasi Calon Wakil Wali Kota?
-
Berpartisipasi dalam BRI UMKM EXPO(RT) 2025, Minyak Telon Lokal Kini Go Global
-
Primadona Ekspor Sulsel Terancam! Tarif Trump Hantui Mete & Kepiting