Dari situ, Andi Mustamin kembali ke Makassar dan menyampaikan hal-hal yang ia alami selama melaksanakan ibadah haji di Mekkah, Arab Saudi kepada para ulama dan kiai terkait bisikan gaib tersebut.
"Beliau bersilaturahim menyampaikan bahwa beliau mau bangun masjid di Makassar dan mengikuti sudut-sudut miniatur Kakbah, apakah dibolehkan? Apakah tidak salah?. Ahli ulama mengatakan silahkan tidak ada larangan. Bahkan, itu sebagai bentuk syiar. Barang siapa yang mensyiarkan atau mempromosikan sesuatu yang dicintai dan dihormati Allah SWT. Tentu itu baik untukmu terlebih lagi Tuhannmu," ungkap Wahyu Bastani.
Karena itu, Andi Mustamin Anshar pun membangun sebuah masjid sesuai dengan bisikan yang ia dapatkan saat melaksanakan ibadah haji. Masjid tersebut kemudian diberi nama Masjid Al Fatih Al Anshar.
Nama Al Fatih, diambil dari nama cucu pertama Andi Mustamin Anshar, yakni Muhammad Al Fatih. Sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT. Al Fatih memiliki arti pembuka.
Baca Juga: Beduk Masjid Agung Solo Ditabuh Setiap Tengah Malam di Bulan Ramadhan
Sedangkan, nama Al Anshar diambil dari nama belakang Andi Mustamin Anshar sendiri yang berarti penolong. Dan diresmikan oleh Pimpinan Pondok Pesantren DDI Mangkoso Anregurutta Prof Muhammad Farid Wajdi pada Jumat tanggal 9, Ramadhan 1436 Hijriah.
"Alhamdulillah masjid ini dibangun kurang lebih sekitar sembilan bulan selesai. Dan Alhamdulillah dana itu mengalir seperti air keran, tidak pernah putus," terang Wahyu.
Orang yang mendesain bangunan Masjid Al Fatih Al Anshar alias Masjid Ka'bah tersebut adalah H Muhammad Akbar Wisudaan selaku master arsitektur di Universitas Indonesia, Jakarta, yang tidak lain merupakan putra dari Andi Mustamin Anshar sendiri.
"Putra beliau sendiri," beber Wahyu.
Semua desain yang digunakan di Masjid Al Fatih Al Anshar memiliki makna tersendiri. Seperti lima pintu masjid Al Fatih Al Anshar yang diambil dari salat lima waktu bagi umat muslim.
Baca Juga: Bikin Puasa Engga Berasa, Ini Ide Ngabuburit yang Bisa Dicoba
"Dan semua ini punya makna. Kalau ada pintu dua itu, melambangkan salat subuh dua rakaat. Tiga pintu melambangkan salat salat magrib tiga rakaat. Empat pintu salat Isya empat rakaat, salat Dhuhur dan Ashar. Jadi ada nilai spiritualnya atau agamanya," ungkap Wahyu.
Berita Terkait
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ray Sahetapy Mualaf di Masjid Istiqlal, Anak Ingin Perjalanan Islam Ayahnya Ditutup di Sana
-
7 Fakta Menarik Musala Ruben Onsu, Sarwendah Dulu Ikut Resmikan
-
Kandaskan CAHN FC, PSM Buka Kans Akhiri Titel Juara Bertahan Puluhan Tahun Wakil Singapura
-
Hina Indonesia Negara Miskin, Anco Jansen Kini Semprot Mees Hilgers Cs
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Dosen Unismuh Makassar Dikirim Kemenkes Bantu Korban Gempa Myanmar
-
BRI Menang Penghargaan Internasional The Asset Triple A Awards untuk Keuangan Berkelanjutan
-
Libur Lebaran Dongkrak Wisata Lokal, Danau Talaga & Tateli Jadi Favorit Warga
-
Polisi Selidiki Kejanggalan-kejanggalan Kematian Perempuan Asal Toraja di Makassar
-
6 Warga Pengeroyok Polisi di Muna Barat Jadi Tersangka