SuaraSulsel.id - Rektor Unhas Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu mengatakan, terorisme saat ini cukup berkembang. Pada tahun 2019, sarang terorisme hanya terjadi pada 10 provinsi di Indonesia.
Saat ini mengalami perkembangan, tahun 2021 terjadi di 19 provinsi. Penyebab terjadinya terorisme dipengaruhi oleh lingkungan, agama, ekonomi, sosial, politik dan hukum.
Dwia menjelaskan, terjadi orientasi yang lebih sporadis. Dimana tahun 2000 sampai 2010 aksi teror lebih berfokus pada objek yang mewakili simbol-simbol barat. Seperti Bali, Hotel JW Marriot, dan bom Kedutaan Besar di Jakarta.
Aksi teror ini kemudian berubah objek pada yang lebih luas yakni masyarakat sipil dan tempat ibadah pada periode 2011-2021. Juga terjadi pola perubahan perilaku dari terorisme berjejaring menjadi terorisme independen.
"Untuk pencegahan dan penanggulangan perlu dilakukan penanganan terstruktur oleh BNPT dan aparat keamanan. Tidak hanya itu, partisipasi masyarakat maupun komunitas dengan pendekatan menyentuh dan simpatik. Serta beberapa hal lainnya yang dapat dilakukan," ungkap Dwia yang juga Guru Besar Sosiologi Konflik Unhas.
Hal ini disampaikan Dwia saat menjadi pembicara dalam diskusi yang digelar Pusat Penelitian dan Pengembangan Center for Peace, Conflict and Democracy. Mengangkat tema "De-Radikalisasi VS Re-Radikalisasi: Mengurai Benang Kusut Penanganan Terorisme".
Kegiatan berlangsung pukul 13.30 Wita secara virtual melalui aplikasi zoom meeting, Senin 12 April 2021.
Dwia menilai bahwa terjadi perubahan tren jaringan terorisme yang sebelumnya berbasis jaringan (networked terrorist) menjadi pelaku individual terrorist pada dekade terakhir.
Untuk itu, penanganan terorisme dan radikalisme perlu melibatkan pendekatan berbasis komunitas dan nilai-nilai yang bersifat simpatik, seperti model “mosaic of engagement.”
Baca Juga: Unhas, Jadi Kunker Pertama dan Terakhir Bambroj Sebagai Menristek
Hal ini disebabkan karena pentingnya membangun lingkungan pendukung atau enabling environment berbasis komunitas. Karena faktor lingkungan sebagai domain utama yang mempengaruhi deradikalisasi, selain faktor hukum, ekonomi, dan agama.
Narasumber lain yang hadir adalah Beni Sukadis (UNDP Consulant, Peneliti Intelijen dan Keamanan) dan Lian Gogali (Institute Sintuwu dan Sekolah Perdamaian Perempuan Poso).
Lian Gogali menyampaikan pandangannya tentang konflik yang terjadi di Poso. Menurutnya perlu ada ruang bertemu yang lebih luas. Sebagai wadah untuk saling mengurai prasangka sosial yang terbentuk pada masyarakat poso.
Karena, ketika hal ini tidak diurai secara mendalam akan semakin meningkatkan potensi konflik di daerah. Olehnya itu, penting untuk membangun social trust dan kolaborasi untuk membangun solidaritas dalam kehidupan masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Beni Sukadis juga mengemukakan pendapatnya mengenai "Deradikalisasi Vs Reradikalisasi: Evaluasi Program Deradikalisasi BNPT".
Beni menuturkan, radikalisme merupakan suatu paham yang menginginkan adanya perubahan sosial dan politik dengan kekerasan. Untuk Indonesia sendiri, Beni mengatakan masalah radikalisme dan terorisme masih ancaman menengah, belum menjadi ancaman utama. Namun, harus tetap dilakukan berbagai upaya pencegahan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
75 Rumah di Makassar Ludes Terbakar dalam 6 Bulan, Ternyata Ini Penyebab Utamanya
-
Timnas Belanda Kalahkan Swedia, Duta Besar: Maluku Memiliki Arti Sangat Penting
-
Gubernur Sulsel Groundbreaking Pembangunan Rumah Layak Huni di Takalar
-
285 Jiwa di Parigi Moutong Terdampak Gempa
-
Pemprov Sultra Bakal Lelang Kendaraan Dinas, Ini Jadwal dan Cara Ikut