SuaraSulsel.id - Ketua DPC Gerindra Kota Makassar Eric Horas memenuhi undangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis 8 April 2021.
Eric Horas hadir memberi keterangan sebagai saksi dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi pembangunan infrastruktur yang menjerat Gubernur Sulawesi Selatan non aktif Nurdin Abdullah.
Menurut Anggota DPRD Kota Makassar Eric Horas, kesaksiannya tidak pada inti kasus dugaan suap dan gratifikasi pembangunan infrastruktur oleh Nurdin Abdullah.
Menurut Eric Horas, dirinya diminta jadi saksi karena Muhammad Fathul Fauzy Nurdin atau yang kerap disapa Uji, Putra Nurdin Abdullah pernah melakukan transaksi di tokonya.
Pembayaran dilakukan Uji dengan mentransfer uang ke rekening Eric Horas sesuai harga mesin kapal yang dibelinya.
"Putra NA memang pernah membeli mesin kapal di toko kami, itu saja. Bukti transaksinya juga masih ada," singkat Eric, Jumat 9 April 2021.
Seperti diketahui, KPK terus mendalami kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (TPK) oleh Nurdin Abdulah dan telah memeriksa Fathul Fauzy sebagai saksi pada Rabu (7/4/2021).
Nurdin Abdullah diduga menerima total Rp 5,4 miliar yang diserahkan Edy Rahmat dari Agung Sucipto. Selain itu Nurdin Abdullah juga diduga menerima dari kontraktor lain diantaranya pada akhir 2020 sebesar Rp 200 juta.
Awal Februari 2021 Nurdin melalui ajudannya bernama Syamsul Bahri menerima uang Rp 2,2 miliar dan pertengahan Februari sebesar Rp 1 miliar.
Baca Juga: Kompak Korupsi, Bupati Aa Umbara dan Anak Bakal Berpuasa di Rutan KPK
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Buruh Tani dari Kabupaten Maros Jadi Ikon Ibadah Haji Dunia
-
Kejati Kembali Periksa Eks Pj Gubernur Sulsel Kasus Korupsi Nanas
-
BREAKING NEWS: Lokasi PSEL Makassar Tetap di Tamalanrea, Purbaya: Presiden Mau Cepat!
-
Polisi Terima Bukti Foto dan Rekaman Suara Dugaan Perselingkuhan Oknum Dosen dan P3K Bone
-
Tak Kuat Gaji PPPK, Bolehkah Pemda Berhentikan Pegawai? Ini Penjelasan Resmi BKN