SuaraSulsel.id - Penyuluh agama islam non PNS Kecamatan Mamajang Laele, saksi mata bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar diundang Kepala Kanwil Kemenag Sulsel Khaeroni.
Laele menceritakan kronologis detik-detik terjadinya bom bunuh diri yang terjadi ketika dia sedang melintas di depan Gereja Katedral Makassar.
“Awalnya saya pulang ke rumah dari terapi air laut di pantai, saya dijemput oleh istri saya karena saat ini saya belum bisa mengendarai motor karena sakit saya," ucap Laele sambil meneteskan air mata dikutip dari Website Kemenag Sulsel, Selasa 30 Maret 2021.
"50 meter mendekati gereja, terdengar ledakan besar. Sehingga semua kendaraan berhenti di depan. Setelah ledakan saya dan istri menyaksikan banyaknya potongan tubuh yang berserakan di jalan raya,” lanjutnya.
Baca Juga: Bicara Terorisme, Ade Armando Seret Nama Habib Rizieq hingga Amin Rais
Setelah itu, kata Laele, Ia dan istrinya pun turun dari motor dan menyaksikan rambut serta tulang yang berserakan. Istrinya bahkan tidak kuat melihat serpihan badan di sekitarnya.
"Saya sendiri datang mendekat karena penasaran apa yang terjadi di depan. Sambil jalan saya melihat sudah banyak petugas keamanan datang mengamankan lokasi. Melihat saya berdiri, seorang petugas menghampiri saya dan meminta untuk tinggal karena Pak Kapolres mau mewawancarai saya," tutur Laele.
Polisi pun menghampiri Laele dan mendata identitasnya serta menanyakan pekerjaannya. "Saya mengatakan bahwa saya adalah penyuluh agama Islam non PNS yang sedang dalam perjalanan mau pulang ke rumah," ungkapnya.
Lebih lanjut Laele menyampaikan bahwa sampai saat ini banyak wartawan dan pihak pemerintah menghubunginya.
Usai mendengarkan cerita Laele, Kakanwil menghiburnya, dan juga mengungkapkan rasa terima kasihnya karena Laele telah membantu pemerintah, utamanya pihak kepolisian dalam memberikan kesaksian di tempat kejadian.
Baca Juga: Kisah Kosmas Juru Parkir Hadang Wanita Bercadar Ledakan Bom Gereja Makassar
Di depan Laele, Kakanwil mengingatkan bahwa peran penyuluh adalah menjaga kerukunan masyarakat dan membantu pemerintah dalam memberikan informasi.
Berita Terkait
-
Rusia Tangkap Empat Remaja Rencanakan Serangan Bom Bunuh Diri
-
Cerita Saksi Mata Lihat Langsung Percikan Api dan Ledakan Sebelum Pesawat Jeju Air Hancur
-
Cerita Paus Fransiskus Pernah Jadi Target Bom Bunuh Diri di Irak: Seorang Wanita Dipenuhi Bahan Peledak!
-
Satu Keluarga Muda Tewas Misterius di Ciputat, Saksi Mata yang Juga Kakak Korban Ungkap Kengerian
-
Serangan Bom Bunuh Diri Sasar Pasukan Gabungan Irak-Kurd, Tiga Perwira Tewas
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
BRI Menang Penghargaan Internasional The Asset Triple A Awards untuk Keuangan Berkelanjutan
-
Libur Lebaran Dongkrak Wisata Lokal, Danau Talaga & Tateli Jadi Favorit Warga
-
Polisi Selidiki Kejanggalan-kejanggalan Kematian Perempuan Asal Toraja di Makassar
-
6 Warga Pengeroyok Polisi di Muna Barat Jadi Tersangka
-
Bawaslu Coret Calon Wakil Wali Kota Palopo di Pilkada! Kasus Napi Tersembunyi Terbongkar?