SuaraSulsel.id - Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Makassar telah berhasil menjinakkan kobaran api yang melanda di Mal Panakukkang Square Makassar.
Kini, petugas tinggal melakukan proses pendiginan di lokasi kejadian usai berjibaku melakukan penyemprotan air di sejumlah lokasi gedung sejak dini hari tadi.
Kepala Bidang Operasional Damkar Makassar Hasanuddin mengatakan bahwa dalam melakukan pemadaman di Mal Panakukkang Square, pihaknya memang mengalami sejumlah kendala. Salah satunya adalah tidak adanya ventilasi udara saat melakukan pemadaman di lokasi.
Sehingga, membuat petugas kesulitan untuk menemukan lokasi titik api karena terhalang asap tebal yang telah menggumpal di dalam gedung.
"Setelah kita tiba di sini, kendalanya kita itu diventilasi karena semuanya sudah tertutup. Mulai pintu Utara, Timur, Selatan dan Barat sudah tutup," kata Hasanuddin saat ditemui di lokasi kejadian, Sabtu (6/2/2021).
Hasanuddin menjelaskan petugas damkar baru bisa masuk ke dalam gedung setelah pihak pengelola Mal Panakukkang membuka akses pintu sebelah Barat yang berada di lantai dua. Hanya saja, waktu itu asap telah menggumpal akibat tidak ada ventilasi udara di dalam gedung lantai dua tersebut.
"Ini kejadiannya di lantai dua, yang asapnya tidak bisa keluar karena tidak ada ventilasi," jelas Hasanuddin.
Dari situ, petugas pun memutuskan untuk turun ke bawah. Mereka berhasil masuk ke dalam gedung setelah membobol kaca yang berada di lantai satu.
Selain membuka akses, kata dia, pembobolan kaca di lantai satu ini juga bertujuan agar asap yang berada di lantai satu keluar.
Baca Juga: Viral! Curhatan Mahasiswa Skripsi Harus Bawa Tanaman Hias oleh Oknum Dosen
"Jadi kita turun ke bawah di lantai satu. Kendala kita di situ tidak bisa mencari titik api di lantai dua karena penuh asap. Makanya, langkah pertama kita bobol di sebelah Barat, begitu kita tahu kalau di dalam ini cuma kaca. Jadi kita bobol untuk keluarkan asap di lantai satu," terang Hasanuddin.
Cara yang ditempuh ini terbukti ampuh, sebab, setelah kaca dibobol. Petugas pun berhasil menjinakkan kobaran api yang berada di lantai satu pukul 07.00 pagi tadi.
"Di lantai satu tertangani kurang lebih pukul 07.00 pagi. Untuk di lantai dua dipukul 8 sampai 9 pagi, kita sudah kendalikan," kata dia.
"Dan di lantai tiga kondisinya juga terbantu dengan alat proteksi gedung seperti alat springker dari plafon yang ada di dalam gedung," tambah Hasanuddin.
Hasanuddin mengungkapkan bahwa kendala yang dihadapi petugas saat berusaha memadamkan api di Mal Panakukkang Square itu berada di lantai satu dan dua dikarenakan tidak ada ventilasi udara. Apalagi, material gedung yang berada di lantai dua, tiga dan empat semuanya terbuat dari bahan beton.
"Kaca itu cuma di lantai satu. Yang lain itu ke atas itu beton semua," ungkap Hasanuddin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Begal Beraksi di 18 Lokasi di Kota Kendari Ditangkap
-
Ketika Kereta Api Melintas di Pulau Sulawesi, Jauh Sebelum Indonesia Merdeka
-
Nekat Menambang Sembunyi-sembunyi, 5 Warga Tewas Tertimbun Longsor di Pohuwato
-
Korban Kekerasan Dipaksa Bayar Biaya Visum, Zakat Diusulkan Jadi Solusi Dana Darurat
-
Gempa M7,7 Nagekeo NTT Simpan Bahaya Tersembunyi, Ahli ITB Ungkap Potensi Pengulangan Sejarah