SuaraSulsel.id - Pung Kengkeng, pejuang lingkungan Sungai Bila yang dikriminalisasi bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang menemukan kerusakan lingkungan di Sungai Bila, Sidrap.
Tertanggal 15 Januari 2021 telah terbit surat dari BBWS Pompengan Jeneberang perihal hasil temuan investigasi yang dilakukan pada tanggal 2 sampai 28 Desember 2020.
Temuan yang diperoleh adalah di lokasi tambang telah terjadi kerusakan lingkungan yang parah. Akibat para penambang melakukan aktivitasnya sampai pada bantaran sungai.
Bukan dalam alur sungai dan juga area penambangan tidak sesuai dengan koordinat yang telah diberikan dalam rekomendasi teknis BBWS Pompengan Jeneberang.
Akibat tidak sesuainya lokasi aktivitas penambangan, berdampak berubahnya hidrolika air di sungai berupa gerusan pada tepian sungai.
Sehingga sungai semakin lebar dan merusak lingkungan di sekitarnya. Terakhir BBWS Pompengan Jeneberang meminta untuk dilakukannya tinjauan izin oprasi seluruh penambang yang beraktivitas di sungai Bila, Kabupaten Sidrap.
Pung Kengkeng, pejuang lingkungan Sungai Bila yang ikut menemani Petugas BBWS Pompengan Jeneberang yang melakukan investigasi menuturkan, apa yang telah ditemukan BBWS Pompengan Jeneberang membuktikan apa yang selama ini diperjuangkan masyarakat memang benar.
"Bahwa aktivitas penambang yang dilakukan di Sungai Bila hanya berdampak buruk terhadap masyarakat dan merusak lingkungan," kata Kengkeng dalam rilisnya kepada SuaraSulsel.id, Selasa 2 Februari 2021.
Kengkeng meminta agar penegakan hukum terhadap penambang yang telah merusak lingkungan dilakukan. Bukan sebaliknya, mengkriminalisasi masyarakat yang menolak aktivitas tambang.
Baca Juga: Pria Mati Diduga Karena Tidur Pakai Headset, Ini Hasil Identifikasi Polisi
"Seperti yang saya alami saat ini. Karena memperjuangakan lingkungan malah berstatus tersangka," ungkapnya.
Kepala Unit Hukum Lingkungan WALHI Sulsel Arfiandi Anas mengatakan, apa yang terjadi di Kabupaten Sidrap tepatnya di Sungai Bila merupakan salah satu bentuk peristiwa pelanggaran hak asasi manusia.
Dimana dalam konstitusi telah dijamin hak atas lingkungan yang baik dan sehat bagi setiap orang yang kemudian diakomodir dalam Undang-Undang 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
"Untuk temuan yang didapatkan oleh Balai Besar Pompengan Jeneberang, kami minta agar ditindak lanjuti segera oleh pihak yang terkait. Dan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Arfiandi.
Arfiandi juga menyinggung soal kasus kriminalisasi yang dialami Pung Kengkeng. Agar Kejaksaan Negeri Sidrap menghentikan segala peroses hukum Pung Kengkeng.
Karena apa yang dilakukan Pung Kenkeng adalah bentuk perjuangan hak atas lingkungan yang baik dan sehat yang dijamin oleh konstitusi dan dilindungi oleh Undang-Undang 39 tahun 1999 tentang hak asasi manusia dan UU PPLH tepatnya pada pasal 66.
Berita Terkait
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
-
Merumuskan Kembali Bisnis Media Masa Depan di Local Media Summit 2026
-
KPK OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
-
KPK Geledah Rumah Mewah Polisi Yayat Sudrajat di Depok, Terkait Kasus Suap Bekasi
Terkini
-
Pemkot Kendari Resmi Larang Pengecer Jual BBM Subsidi
-
Geng Motor Makin Brutal, Polisi Makassar Diserang Busur hingga Patah Tangan
-
Cek Fakta: Benarkah E-Tilang Mulai Berlaku di Makassar? Polisi Buka Suara
-
BRI dan Syailendra Capital Bahas Peluang Investasi Syariah di Sharia Wealth Forum 2026
-
Dibekingi Siapa? 3 Ton Sianida Asal Filipina Masuk Gorontalo