Petugas medis memeriksa tensi darah seorang tenaga kesehatan sebelum melakukan vaksinasi COVID-19 Sinovac di Puskesmas Duren Sawit, Jakarta, (14/1/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Namun, hal tersebut dibantah oleh Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Ichsan Mustari. Ia mengaku tak ada nakes di Sulsel yang menolak divaksin. Itu hanya bahasa aplikasi saja.
"Kami sudah protes ke Kementerian Kesehatan agar mengubah kolom itu karena terkesan lain. Itu hanya bahasa aplikasi," kata Ichsan.
Ia mengaku, kolom yang menolak itu diartikan sebagai mereka yang tidak bisa untuk divaksin. Ada syarat yang tidak bisa dipenuhi. Seperti, penyintas, kontak dengan keluarga yang positif dan punya penyakit comorbid.
"Jadi yang masuk kelompok menolak itu karena tidak memenuhi kriteria untuk divaksin saat dilakukan skrining. Sebenarnya lebih cocok disebut tertolak, bukan menolak," tukasnya.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Masa Pensiun Lebih Terencana, BRI DPLK Mudah Dibuka lewat BRImo dan Berbonus
-
Cemburu Buta, Suami di Bone Tega Siksa dan Bakar Istri Hidup-hidup
-
Waspada Cuaca Ekstrem dan Angin Kencang di Sulsel hingga 17 September
-
Antrean BBM Mulai Berdampak ke Harga Pangan di Pasar Tradisional Makassar
-
Pekerja Telkom Akses Tewas Tertimpa Tembok Beton di Gowa