SuaraSulsel.id - Pemerintah Kabupaten Gowa menjemput tiga kepala keluarga korban gempa bumi asal Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).
Kepala Seksi Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Gowa, Sofyan, mengatakan penjemputan ini sebagai bentuk kepedulian dan pelayanan Pemerintah Gowa kepada korban gempa Sulbar.
Tiga keluarga dijemput di Kantor Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan dan turut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan, Gemala Faoza bersama jajarannya.
“Tiga KK ini sebanyak 16 orang yang terdiri dari 7 orang anak-anak dan 9 orang dewasa. Mereka berasal dari Kelurahan Sinyonyoi Selatan Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju,” kata Sofyan, Selasa 19 Januari 2021.
Sofyan menyebutkan adapun nama-nama para pengungsi Harba (31), Rusmia (29), Fahri (10), Fani (2), Busriadi (27), Nilansari (22), Sajida (40), Nurulwahida (18), Akmal (17), Nurfadila (10), Hikmal (4), Sadiah (60), Irman (27), Mawanni (14), Sarmila (18) dan Saira Atiaka (10).
"Di Kabupaten Gowa mereka akan tinggal untuk sementara waktu di rumah sanak saudara salah seorang pengungsi di BTN Nusa Indah Desa Bontoala Kecamatan Pallangga," jelasnya.
Sofyan menambahkan saat ini Pemkab Gowa melalui Dinas Sosial bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan sejumlah jaringan juga tengah menggalang donasi untuk membantu korban bencana alam gempa bumi di Sulbar.
Sementara itu, Busriadi salah seorang pengungsi menyambut baik dan sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Gowa memfasilitasi dirinya hingga sampai ke Kabupaten Gowa.
"Alhamdulillah kami sangat bersyukur karena biaya untuk sampai ke Gowa ini tidak ada dengan adanya jemputan ini. Ini tentu sangat membantu kami yang terkena musibah di Sulawesi Barat," ucapnya.
Baca Juga: Doa Paus untuk Korban Sriwijaya dan Gempa Sulbar: Saya Mendoakan Mereka
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Usia 50 Tahun ke Atas
- Ini 4 Smartphone Paling Diburu di Awal Januari 2026
- 5 Sepatu Nike Diskon hingga 40% di Sneakers Dept, Kualitas Bagus Harga Miring
- 5 Tablet dengan SIM Card Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking Anti Ribet
- Beda dengan Inara Rusli, Wardatina Mawa Tolak Lepas Cadar Demi Uang
Pilihan
-
UMP Minim, Biaya Pendidikan Tinggi, Warga Jogja Hanya jadi Penonton Kemeriahan Pariwisata
-
Cek Fakta: Video Rapat DPRD Jabar Bahas Vasektomi Jadi Syarat Bansos, Ini Faktanya
-
Dipecat Manchester United, Begini Statistik Ruben Amorim di Old Trafford
-
Platform Kripto Indodax Jebol, Duit Nasabah Rp600 Juta Hilang Hingga OJK Bertindak
-
4 HP RAM 12 GB Paling Murah Januari 2026, Pilihan Terbaik untuk Gaming dan Multitasking
Terkini
-
Polda Sulteng Janji Usut Tuntas Kasus Pembakaran PT RCP Morowali Secara Transparan
-
SMKN 4 Kendari Kembalikan Uang Iuran Siswa Rp200 Juta, Ini Alasannya!
-
DPRD Soroti Penangkapan Aktivis di Morowali: 'Jangan Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas'
-
DPRD Sulteng Soroti Penegakan Hukum 'Tebang Pilih' dalam Konflik Tambang di Morowali
-
Kasus Adik Bunuh Kakak di Makassar 'Ujian' Pertama KUHP dan KUHAP