Belum terungkap berapa anggaran yang disediakan oleh Malaysia untuk mendapatkan jutaan vaksin tersebut.
Lain halnya dengan Thailand yang menganggarkan belanja vaksin hingga USD6 miliar dolar atau setara Rp85 triliun, menurut media lokal.
Thailand menargetkan 13 juta atau 19 persen warganya untuk memperoleh vaksin Covid-19.
Jumat lalu, Thailand meneken kesepakatan senilai USD200 juta untuk memperoleh 26 juta dosis vaksin dari AstraZeneca, perusahaan farmasi Inggris, yang dikembangkan bersama dengan Universitas Oxford.
"Kami telah mengikuti produsen vaksin secara global, tapi perusahaan ini telah mencapai kemajuan yang sangat tinggi," ujar Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-o-cha.
Ketimbang Pfizer, vaksin produksi AstraZeneca diklaim lebih unggul karena tidak harus disimpan dalam suhu ultra-dingin, selain harganya lebih terjangkau.
Penandatangan kontrak itu dilakukan langsung Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha dan telah mendapatkan persetujuan kabinet pada 17 November lalu.
"Pengadaan vaksin tersebut akan dilakukan mulai pertengahan 2021," ujar juru bicara pemerintah Thailand, Traisuree Taisaranakul.
Seperti Thailand, Filipina yang menargetkan dapat memvaksin 60 juta orang dalam dua tahun ke depan juga menjalin kerja sama pengadaan 2,6 juta dosis vaksin dengan AstraZeneca.
Baca Juga: Pandemi Belum Berakhir, Ini Strategi Ditjen Pajak Kejar Penerimaan 2021
Jumat lalu, 30 perusahaan Filipina meneken kerja sama pembelian vaksin dengan AstraZeneca.
Puluhan perusahaan itu akan menyumbangkan sebagian besar dosis vaksin kepada negara, demi berakhirnya pandemi dan pemulihan ekonomi.
Sementara Singapura akan memperoleh vaksin ARCT-021 yang dikembangkan oleh perusahaan farmasi AS Arcturus Therapeutics Holdings Inc pada kuartal pertama tahun depan.
Dewan Pengembangan Ekonomi Singapura (EDB) telah meneken perjanjian kerja sama dengan perusahaan tersebut senilai UGD220 juta.
Negara-negara ASEAN berharap jutaan dosis vaksin yang telah dipesan itu dapat mempercepat pemulihan kondisi kesehatan dan ekonomi masyarakat akibat virus yang berasal dari kota Wuhan, China tersebut. [Anadolu Agency]
Berita Terkait
-
Pasar Properti Asia Tenggara dan Australia Stabil di Tengah Tantangan Ekonomi Global
-
Produk Lokal RI Siap Ekspor ke Pasar ASEAN Berkat Jualan Online via Live
-
BPOM Catat 10 Kematian Akibat Campak, Akses Vaksin Inovatif Dikebut
-
Pakar Medis Belanda Menjamin Hantavirus Bukan Ancaman Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
Epson Asia Tenggara Membuka Pendaftaran untuk The 17th Epson International Pano Awards 2026
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
Terkini
-
Gubernur Kaltara Minta Mahasiswa di Perantauan Saling Jaga Usai Kasus Kekerasan Seksual di Makassar
-
Angkasa Pura Jelaskan Mengapa Penumpang Bawa Sabu Bisa Lolos di Bandara
-
Ingin Rasakan Tempat Tenang di Makassar? Coba Kunjungi 11 Perpustakaan Ini
-
Apa Itu Pendidikan Berbasis Kasih Sayang? Untuk Melahirkan Generasi Berkarakter
-
Rahasia di Balik Lezatnya Masakan Indonesia untuk Jamaah Haji