Dan yang ada kekhawatiran lagi, jutaan orang Amerika akan melakukan perjalanan akhir pekan setelah Thanksgiving dan berisiko terkena virus atau menyebarkannya dalam perjalanan pulang atau begitu mereka sampai di tempat tujuan.
Pakar kesehatan masyarakat khawatir dengan keadaan demikian, seperti kata Dr. Joe Gerald dari Universitas Arizona.
“Ada 2-3 minggu yang mengerikan di depan kita. Jika kita tidak membuat perubahan pada perilaku dan kebijakan kita, tiga minggu setelah itu akan menjadi lebih buruk.”
Para ahli memperkirakan jumlah orang yang terinfeksi di seluruh Amerika akan meledak tepat sebelum liburan Natal dan Tahun Baru, sebagian karena perayaan Thanksgiving.
Dan, itu adalah sesuatu yang harus diperhatikan oleh seluruh dunia dengan cermat ketika liburan lainnya semakin dekat. (VOA)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional
-
10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha
-
Berapa Harga Jual Maksimal Beras SPHP ? Bulog Awasi Pengoplosan di Kendari
-
Harga Cabai Merah Besar di Jayapura Tembus Rp120 Ribu per Kilogram
-
Gubernur Sulsel Resmikan Jalan Paleteang - Malimpung - Kabere, Akses 800 Ribu Warga Makin Lancar