SuaraSulsel.id - Bendungan Karalloe terletak di perbatasan Kabupaten Gowa dan Jeneponto. Tepatnya di Desa Garing dan Desa Datara, Kecamatan Tompobulu; dan Desa Taring, Kelurahan Tonrorita, Kecamatan Biring Bulu, Kabupaten Gowa.
Bendungan yang berlokasi 137 km dari arah tenggara Kota Makassar itu didesain sejak tahun 1997. Bendungan itu memiliki ketinggian 85 meter.
PPK BBWS JP Arfandi mengatakan, bendungan yang dibangun di Kabupaten Gowa ini akan dirasakan manfaatnya oleh warga Kabupaten Jeneponto.
Pembangunan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan-Jeneberang dilakukan dua tahap. Dengan anggaran berasal dari APBN.
Tahap pertama dengan nilai Rp 578 Miliar dan tahap dua senilai Rp 689 Miliar.
"Untuk paket 1 kontrak tahun 2013 dan selesai di tahun 2019. Untuk paket 2, pelaksanaan konstruksi 25 Mei 2018 - 9 Desember 2021. Saat ini progresnya sudah di atas 80 persen," ungkap Arfandi, Sabtu (21/11/2020).
Nantinya beragam manfaat atas bendungan itu. Diantaranya irigasi lahan seluas 7.004 hektare, air baku kurang lebih 440 liter/detik, pembangkit listrik tenaga air kurang lebih 4,5 MW, pengendali banjir, konservasi sumber daya air, dan pengembangan pariwisata.
Sasaran dari bendungan ini yakni mampu meningkatkan cadangan air, peningkatan luas tanam dari 4 ribu hektare menjadi 7.004 hektare, peningkatan intensitas tanam dari 150% menjadi 250%, dan peningkatan tarif hidup masyarakat.
Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman meninjau lokasi pembangunan Bendungan Karalloe tahap II.
Baca Juga: Seribu Tenaga Medis di Sulawesi Selatan Latihan Suntik Vaksin Covid-19
Sudirman melihat perkembangan pembangunan tahap II Bendungan Karalloe yang sudah diatas 80 persen.
Sudirman mengaku takjub dengan desain bendungan. Selain bermanfaat untuk pengendali banjir dan mengairi lahan, juga bisa menjadi objek wisata. Dengan menghadirkan spot pemandangan yang indah.
"Kita akan mengurai kekeringan lahan pertanian Jeneponto secara bertahap. Alhamdulillah bendungan ini adalah Proyek Strategis Nasional (PSN) saat ini sudah diatas 80 persen progresnya. Insyaallah tahun depan sudah selesai. Dengan kapasitas mengairi 7.004 hektare dan tenaga listrik 4,5 MW," ujarnya.
"Sangat bagus desainnya. Menarik karena ada spot wisata, dengan desain yang modern dan rumah bangunan minimalis sekitarnya nan rapi," ungkapnya.
Ia pun mengingatkan, para pekerja untuk tetap menjaga kesehatan dalam bekerja, khususnya memperhatikan protokol kesehatan dalam upaya pencegahan penularan Covid-19.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
Terkini
-
Mars Gelontorkan Rp48 Miliar untuk Program Komunitas Kakao di Indonesia
-
Skenario Bohong Kematian Bripda Dirja Runtuh, Kapolda Sulsel: Korban Disiksa Usai Subuh
-
Viral, Pelesetkan Ayat Al-Qur'an Saat Live Facebook, Dua IRT di Bulukumba Diciduk Polisi
-
5,3 Juta Orang Diprediksi Masuk Sulsel, Tujuh Masjid Disiapkan Tampung Pemudik
-
Kenapa Paus Pembunuh Tiba-Tiba Muncul di Perairan Bunaken? Ini Jawaban Ahli