SuaraSulsel.id - Mulai 1 November 2020, Kerajaan Saudi Arabia membuka keran untuk jemaah umrah yang berasal dari luar negara petro dolar tersebut.
Hal tersebut disambut positif umat Islam yang ada di Indonesia. Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah RI (AMPHURI) pun mempersiapkan kemungkinan pemberangkatan jemaah umroh di masa Pandemi Covid-19.
Ketua AMPHURI DPD Sulampua Ardiansyah Arsyad mengemukakan, pembukaan umrah tersebut harus disertai dengan informasi yang jelas kepada calon jemaah terutama bagi yang tertunda pemberangkatan.
"Ada banyak regulasi yang harus dipahami mulai penerbangan yang diperbolehkan hanya Saudi Airlines. Sementara kita ketahui, bahwa untuk Bandara Sultan Hasanuddin, belum ada penerbangan Saudi Airlines. Sehingga dipastikan jemaah harus melewati Bandara Soekarno-Hatta atau Djuanda di Surabaya tanpa transit dari negara asal,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima ke Terkini.id-jaringan Suara.com pada Kamis (29/10/2020).
Syarat lainnya yakni pembatasan Usia 18-50 tahun, tidak memiliki penyakit bawahan (komorbid), bersedia dikarantina setibanya di saudi selama tiga hari dan saat ditanah air.
Kemudian, kenaikan pajak hotel dan bus sebesar 30 persen, serta persyaratan lainnya, seperti pengaturan Jadwal umrah by sistem dan aplikasi yang dikontrol langsung oleh pemerintah saudi arabia.
“Luar biasa kerinduan calon jemaah menuju Baitullah, ini yang kami dapatkan informasi dari anggota bagaimana jamaah cukup intens mencari informasi terkait pembukaan umrah per 1 november nanti,” kata Sekretaris Amphuri DPD Sulampua Andi Candrawali.
Menurutnya, yang terpenting travel anggota dapat menjelaskan secara jelas dan detail terkait regulasi tersebut.
“Imbasnya ya pasti mau tidak mau harga umrah jadi tinggi, kami perkirakan untuk jemaah Makassar biaya bisa mencapai angka Rp 38 juta. Yang plus masih harus menghadapi konsekuensi pembatasan kuota plus risiko potensi terpapar dan biaya karantina,” katanya.
Baca Juga: Waduh! Meski Lolos Syarat Usia, 26 Ribu Jemaah Belum Dipastikan Bisa Umrah
Dia melanjutkan, perlu digarisbawahi konsekuensi kenaikan harga umrah ini sudah pasti dan valid 100 persen karena banyaknya pembatasan dan aturan yang harus disesuaikan oleh pemerintah Saudi.
“Kita berharap bahwa regulasi ini paling tidak berlangsung lama, paling tidak Januari 2021 kita sudah dapat melakukan ibadah umrah secara normal. Saat ini tentu menjadi pilihan oleh Jamaah mau berumrah saat ini dengan segala konsekuensinya atau mau bersabar menanti perubahan regulasi. Kita semua sudah rindu Baitullah, namun kita berharap informasi ini betul-betul dapat di pahami oleh Caon Jamaah terutama Calon Jamaah yang tertunda keberangkatannya,” tutup Kabid Humas & Kreatif AMPHURI Mawardha DJ.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Hadiri Rakorwil Papua Pegunungan, Kaesang Tegaskan Papua Juga Harus Semaju Daerah Lain
-
Buruh Tani dari Kabupaten Maros Jadi Ikon Ibadah Haji Dunia
-
Kejati Kembali Periksa Eks Pj Gubernur Sulsel Kasus Korupsi Nanas
-
BREAKING NEWS: Lokasi PSEL Makassar Tetap di Tamalanrea, Purbaya: Presiden Mau Cepat!
-
Polisi Terima Bukti Foto dan Rekaman Suara Dugaan Perselingkuhan Oknum Dosen dan P3K Bone