Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Yunus
Rabu, 21 Oktober 2020 | 19:49 WIB
Pengantin perempuan di Kabupaten Jeneponto viral di media sosial. Karena mendapatkan mahar dan uang panaik dengan jumlah besar dari suaminya yang berprofesi polisi / Foto : Istimewa

Sejak diposting beberapa hari yang lalu, informasi Widia sudah hampir 4 ribu kali dibagikan. Mendapat seribu tanggapan dan hampir 300 komentar pengguna Facebook.

"Namanya juga tradisi. Jadi harus dihargai. Lagi pula tidak haram," ungkap Sinta Yuriza.

"Kalo mampu tidak masalah kok. Itu bentuk penghargaan dan keseriusan laki-laki dalam meminang mempelai perempuan," tulis Nur Afiat Pratiwi.

Meski banyak yang mendukung, ada juga beberapa netizen yang menganggap budaya uang panaik sebagai hal yang memberatkan.

Baca Juga: Terkuak! Selain Keroyok, 3 Pemuda Turut Bawa Kabur KTA Anggota Polisi

Pengantin perempuan di Kabupaten Jeneponto viral di media sosial. Karena mendapatkan mahar dan uang panaik dengan jumlah besar / Foto : Istimewa

Netizen Ungkap Mahar Nabi Muhammad Saat Menikah

Akun Lisa Kusumati mengatakan, Nabi saat menikah dengan Siti Khadijah memberi mahar 20 ekor unta. “Kalau sekarang dirupiahkan senilai sekitar Rp 1,1 miliar,” kata Lisa.

Arin Prasetya pun berkomentar, zaman Rasulullah, melamar Khadijah dengan 20 ekor unta muda. Setara Rp 1 miliar.

Saat Rasulullah melamar Aisyah, maharnya dirham setara Rp 1,3 miliar. Saat melamar Hindun dengan 4.000 dirham. “Uda kebayang berapa jumlahnya,” tulis Arin.

Arin mengaku, mas kawiin terbaik bagi seorang laki-laki adalah yang paling besar jumlahnya. Sesuai dengan kemampuannya.

Baca Juga: Tiba-Tiba Membabi Buta Serang Polisi Situbondo, Pria Bali Ditembak Mati

Sebaik-baik lelaki adalah yang paling besar jumlah maharnya. Dan ini sudah dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW.

Load More