Kepala Dusun Cilallang, Muhammad Jamal, mengatakan banjir tersebut disebabkan oleh air kiriman dari hulu. Sehingga membuat tanggul penahan air sepanjang 400 meter jebol.
"Tahun ini banjir ketiga kalinya mi ini pak, tanggulnya jebol belum diperbaiki," ungkap Jamal kepada KabarMakassar.com -- jaringan Suara.com
Jamal menambahkan pemerintah daerah Pinrang maupun tim dari balai sudah beberapa kali meninjau tanggul yang jebol untuk dikerjakan.
"Sering ditinjau, bahkan Tim Balai Pusat sudah turun ke sini," terangnya.
Akibat peristiwa ini, sejumlah rumah penduduk, fasilitas umum seperti sekolah dan kantor desa digenangi air. Bahkan menurutnya, tanaman jagung warga terancam mati.
"Sejumlah lahan jagung milik warga terancam mati kalau terus direndam air. Pasalnya, masa tanam baru berumur sekitar satu minggu. Selain itu, sekitar 100 hektare tambak ikan milik warga juga terdampak banjir," ujarnya.
Selain itu, banjir kiriman dari hulu itu juga merusak sebuah pagar masjid kampung tersebut yang letaknya tak jauh dari bibir sungai.
Membuat pagar Masjid Nurul Hidayah yang panjangnya sekitar lima meter lenyap bersama tanggul. Terbawa arus sungai.
"Masjid ini terancam ambruk jika tanggulnya tidak dikerja," pungkas Tahir salah seorang warga.
Baca Juga: Barak Militer Vietnam Tertimbun Longsor, 11 Tentara Tewas dan 11 Hilang
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Cara Nikita Willy Kenalkan Puasa Tanpa Paksa ke Anak
-
4 Simbol Tersembunyi di Balik Kelezatan Kuliner Imlek
-
Kejati Sulsel Sita Rp1,25 Miliar Kasus Korupsi Bibit Nanas 2024: Siapa Dalangnya?
-
Kuota Haji Kabupaten Gowa Melonjak Drastis! Wamen Haji Tegaskan Transparansi
-
Rukyatul Hilal Awal Ramadan 1447 H Digelar di Kampus Unismuh Makassar