Scroll untuk membaca artikel
Muhammad Yunus
Jum'at, 16 Oktober 2020 | 05:22 WIB
Peserta Aksi Kamisan Santuy di depan Kampus UMI Makassar ditangkap dan dibawa ke Polrestabes Makassar, Kamis (15/10/2020) / Foto : Istimewa

SuaraSulsel.id - Ketua Brigade Muslim Indonesia (BMI) Sulawesi Selatan Muh. Zulkifli tidak membantah kabar keterlibatan Anggota BMI dalam peristiwa pembubaran dan penangkapan dua peserta Aksi Kamisan Santuy depan Kampus UMI Makassar.

"Dua orang yang diamankan. Kami cuma bantu kasih naik di motor. Tetapi yang amankan ke kantor polisi, ya Polrestabes Makassar. Karena yang di motor tadi polisi, bukan kami," kata Zulkifli kepada SuaraSulsel.id, Kamis (15/10/2020).

Alasan Anggota BMI Sulsel ikut melakukan pembubaran dan penangkapan peserta aksi, kata Zulkifli, karena ingin membantu kepolisian dalam menyelidiki kasus pembakaran videotron di depan Kantor Gubernur Sulsel pada Kamis 8 Oktober 2020.

"Dia hanya mau dimintai keterangan terkait insiden pembakaran videotron," jelas Zulkifli.

Baca Juga: Bertahan Hingga Malam di Gedung DPRD Kalsel, Mahasiswa Minta Jokowi Datang

Zulkifli mengemukakan, peristiwa itu terjadi saat puluhan peserta aksi sudah berada di depan UMI Makassar untuk melakukan demonstrasi.

Melihat hal itu, Zulkifli bersama rekan-rekannya yang berada di sekitar lokasi langsung mendatangi para peserta aksi.

Tujuannya, untuk memastikan aksi yang akan dilakukan puluhan demonstran tersebut menyangkut soal isu apa saja.

"Kami datang tanya, ini mau aksi apa? Kalau kalian mau tolak Omnibus Law kami kawal. Tapi kalau aksi Papua Merdeka jangan. Saya tanya, kalian ini aksi Otsus dan Papua Merdeka ya? Mereka jawab ya, bahkan tadi ada anak SMA yang diajak aksi," jelas Zulkifli.

Mendengar pengakuan tersebut, Zulkifli bersama rekan-rekannya meminta massa aksi untuk membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing.

Baca Juga: Ditangkap Polisi karena Dugaan Sebar Hoaks, ASN di Banjarbaru Sampaikan Ini

Hanya saja, tiba-tiba salah satu peserta aksi yang berada di lokasi dicurigai sebagai pelaku pembakaran videotron di depan Kantor Gubernur Sulsel.

"Pada saat itu datang teman yang kebetulan luka pada saat tanggal 8 Oktober 2020 malam itu. Nama Muhammad Iyan. Dia datang ke situ, ternyata ini pemimpin aksinya kaget lihat teman. Mau lari dia, karena dia ada pada saat kejadian videotron itu," kata dia.

"Saya juga kalau begitu modelnya, kita serahkan saja di kepolisian untuk klarifikasi toh. Apakah dia betul terlibat atau tidak," kata Zulkifli.

Dari situ, polisi pun tiba di lokasi. Kedua peserta aksi yang sudah ditangkap Ormas tersebut langsung diangkut ke Polrestabes Makassar dengan menggunakan sepeda motor.

"Dari pada ada apa-apa, kita angkut aja. Kasih naik di motor baru pergi. Di Polrestabes Makassar diamankan," terang Zulkifli.

Menurut Zulkifli, puluhan peserta aksi yang melakukan unjuk rasa tersebut merupakan kelompok-kelompok yang kerap menunggangi aksi penolakan Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja di Makassar.

Load More