SuaraSulsel.id - Kepolisian Daerah Sulawesi Barat (Polda Sulbar) masih menyelidiki kasus dugaan pembunuhan wartawan Sulawesion.com Demas Laira (28 tahun). Kematian Demas Laira hingga saat ini masih menjadi misteri.
Demas Laira ditemukan meninggal dunia di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, pada Kamis (20/8/2020).
Sebelum ditemukan meninggal dunia, Demas Laira pamit pergi menuju Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, Senin (17/8/2020) sore.
Dari rumah, Demas Laira berangkat seorang diri dengan mengendarai sepeda motor.
"Sudah diperiksa kepala desa yang pernah diliput Demas. Tidak ada konflik dengan kepala desa atau mungkin ketersinggungan sebagainya. Demas datang dengan baik-baik. Jadi tidak ada rasa sakit hati," kata Syamsu, kepada Suarasulsel.id, Kamis (1/10/2020).
Terbaru, polisi memeriksa barang bukti berupa sandal dan sepatu yang ditemukan di lokasi Demas Laira meninggal dunia.
Kepala Bidang Humas Polda Sulbar AKBP Syamsu Ridwan mengatakan, cara ini ditempuh setelah sebulan lebih penyidik belum juga dapat mengungkap kasus kematian Demas Laira.
"Sepatu dan sendal yang ditemukan di lokasi sudah dikirim ke labfor untuk identifikasi. Itu yang didalami sama penyidik, cuma ada kemungkinan bukan punya Demas. Tapi masih diperiksa Labfor," kata Syamsu.
Syamsu mengungkapkan sejumlah kendala yang dihadapi penyidik, sehingga sampai hari ini belum juga mendapat titik terang selama menangani kasus pembunuhan yang menimpah Demas Laira.
Antara lain adalah kurangnya alat bukti, saksi kunci yang belum ditemukan, dan minimnya cahaya di lokasi kejadian.
Baca Juga: Terungkap! Tengkorak Manusia yang Ditemukan di Tapteng Istri Oknum TNI
Syamsu menjelaskan, kurangnya alat bukti menjadi salah satu kendala penyidik untuk menetapkan seseorang menjadi tersangka.
Meskipun sebenarnya polisi yang menangani kasus ini sudah memiliki beberapa calon tersangka. Diduga menjadi pelaku pembunuhan Demas Laira.
"Masih belum memenuhi dua alat bukti yang cukup untuk mentersangkakan seseorang," jelas Syamsu.
Kendala lain yang juga dihadapi penyidik adalah belum ditemukannya saksi kunci. Saksi kunci yang dimaksud merupakan orang yang melihat dan mendengar secara langsung ketika nyawa Demas Laira dihabisi.
"Ada 13 orang saksi yang sudah diperiksa. Tapi dari 13 orang saksi yang diperiksa belum ada yang bisa sebagai saksi kuncilah," terang Syamsu.
Selain itu, minimnya cahaya juga menjadi kendala polisi. Sebab, lokasi ditemukan Demas Laira berada di area perkebunan. Jauh dari pemukiman warga setempat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan
- Apakah Pertalite Akan Naik Harga 26 September 2026? Ini Kata Bahlil
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Bupati Husniah Talenrang Bakal Diberhentikan usai Jadi Tersangka, Siapa Penggantinya?
-
Bupati Gowa Tersangka, Gubernur Sulsel: Wakilnya Menjalankan Pemerintahan Sementara
-
Sopir Truk di Karangasem Meninggal usai Dibakar Bosnya Gara-gara Setoran
-
Heboh Bupati Husniah Talenrang Dikabarkan Ditahan, Begini Kata Polisi
-
BRImo Hadirkan Pestapora 2026, Ada Ragam Program Spesial untuk Pengunjung