Scroll untuk membaca artikel
M Nurhadi
Senin, 31 Agustus 2020 | 10:41 WIB
Ilustrasi penembakan pistol (Unsplash/Max keinen)

SuaraSulsel.id - Kepolisian Resor Pelabuhan Kota Makassar terus mendalami kasus dugaan penembakan oknum polisi terhadap tiga pemuda di Jalan Barukang 3, Kecamatan Ujung Tanah, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Minggu (30/8/2020) dini hari.

Buntut peristiwa penembakan tersebut, satu warga bernama Anjas (23) yang jadi salah satu korban penembakan dinyatakan meninggal dunia.

Kepala Kepolisian Resor Pelabuhan Makassar AKBP Kadarislam mengatakan, Anjas meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.

Guna mendalami penyebab kematian korban, ia menyebut, pihaknya akan melakukan otopsi.

Baca Juga: Pedagang: Penertiban Dimanfaatkan Satpol PP Untuk Modus Minta Durian

"Tadi sekitar jam 3, korban atas nama Anjas meninggal dunia. Sementara lagi autopsi untuk mengetahui penyebab dari pada meninggal," kata Kadarislam kepada Suara.com, Minggu (30/8/2020) malam.

Kadarislam menyebut, korban yang meninggal dunia mendapatkan luka pada bagian kepala. Meski demikian ia belum bisa menyimpulkan luka tersebut merupakan akibat tembakan atau hal lainnya.

"Kalau lihat dari bekas lukanya di dahi atau kepala. (Luka tembak) nanti kita lihat hasil autopsinya. Kalau sudah ada, nanti ketahuan," kata dia.

Sementara dua korban tembak lainnya, yakni Iqbal (22) dan Amar (18) yang mendapat luka tembak pada bagian kaki saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara. 

"Sementara masih sehat di rumah sakit (yang dua)," jelas Kadarislam.

Baca Juga: Para Calon Kepada Daerah di Sumsel Wajib Tes Swab di BBLK Palembang

Kadarislam mengemukakan peristiwa penembakan itu berawal saat polisi melakukan penyelidikan terkait kasus pengeroyokan yang terjadi di daerah itu beberapa waktu lalu. 

Namun, polisi yang mendatangi tempat kejadian tersebut mengalami perlakuan yang tidak mengenakkan. Polisi yang menyelidiki kasus dipukul oleh kelompok pemuda yang kala itu tengah asik berpesta minuman keras.

KONTRIBUTOR: Muhammad Aidil

"Ada pengeroyokan dari laporan di Polsek pada Rabu (26/8/2020) kemarin. Jadi anggota ini bersama anggota salah satu keluarga korban datang ke TKP," ujarnya.

Ia menuturkan, petugas kepolisian yang berada di lokasi sempat diteriaki maling oleh salah seorang pemuda sehingga keributan tidak bisa dihindarkan.

"Pas dipukul ada yang teriak pencuri. Akhirnya anggota lari kan, kalau diteriaki pencuri kan seluruh masyarakat turun semua ke situ. Makanya, dikejarlah ini anggota. Iya, polisi yang diteriaki pencuri karena kan pakaian preman," jelas Kadarislam.

Anggota tim Sabhara Polres Pelabuhan Makassar yang melihat kejadian datang menolong. Mereka memukul mundur massa warga yang mengejar dengan tembakan gas air mata.

Namun, masalah kemudian bertambah rumit. Sebab, belakangan diketahui ternyata ada tiga pemuda yang mengalami luka tembakan peluru.

Dengan kejadian itu, sejumlah anggota polisi dari Polsek Ujung Tanah dan tim Sabhara Polres Pelabuhan Makassar pun diperiksa oleh Bidang Propam Polda Sulsel.

Load More