SuaraSulsel.id - AK (13), seorang bocah SMP di Desa Huyula, Kecamatan Mootilango, Gorontalo ditikam temannya sendiri hingga lengannya terluka, Sabtu (25/7/2020).
Insiden ini terjadi lantaran pelaku yang berinisial IN (15), tersinggung usai korban meminjam sepeda motornya tanpa izin.
Diawartakan Gopos.id--jaringan Suara.com, Senin (27/7/2020), mulanya AK dan IN berkumpul bersama beberapa orang temannnya lainnya di suatu tempat.
Saat it korban tiba-tiba mengendarai sepeda motor milik IN, tanpa meminta izin terlebih dahulu.
Perbuatan tersebut membuat pelaku merasa tidak senang dan tersinggung. Ia kemudian menegur korban hingga terjadi aksi saling dorong antara keduanya.
Pelaku dan korban pun saling adu jotos. Namun karena saking emosinya, IN kemudian menikam korban dengan sebilah pisau yang dimilikinya.
Pelaku tiba-tiba menancapkan pisau tersebut ke lengan korban. Beruntung, korban tidak mengalami luka parah usai kejadian.
Plh Kasat Reskrim Polres Gorontalo, Ipda Natalia Olii saat dikonfirmasi Gopos.id, membenarkan adanya insiden penikaman antar dua bocah SMP tersebur
Natalia mengungkapkan, sesaat setelah kejadian, korban sempat dilarikan ke rumah sakit oleh ibunya untuk mendapatkan perawatan intensif.
Baca Juga: Puluhan Tukik Ditemukan Terdampar di Pantai Petitenget, Polisi Turun Tangan
Sementara itu, seorang saksi mengaku sempat melihat pelaku memegang pisau kecil saat kejadian. Pisau itulah yang diduga digunakan untuk menikam korban.
"Saat kejadian. Teman mereka (AK dan IN) yakni SU melihat IN memegang pisau kecil berukuran jari kelingking. Diduga itu yang digunakan pelaku menikam korban," ujar Natalia.
Natalia menuturkan, akibat perbuatan pelaku, korban mengalami luka sobek di bagian ketiak sebelah kanan.
Berita Terkait
-
Guru di Gorontalo Ditegur Saat Live TikTok di Jam Kerja, Panik dan Minta Maaf
-
Gaji ASN Gorontalo Macet di Awal 2026, Ini Fakta-faktanya
-
Gaji ASN Pemprov Gorontalo Macet, Gubernur Gusnar Ismail Sampaikan Permohonan Maaf
-
Banjir Rendam 120 Rumah dan 40 Hektare Sawah di Gorontalo
-
Komitmen Multipihak di SM Nantu-Boliohuto Cari Solusi Konkret Hadapi Tambang Ilegal
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Beredar Surat 'Bebas' Kasat Narkoba Toraja Utara, Propam Polda Sulsel Buka Suara
-
Perempuan di Makassar Bakar Diri atau Dibakar? Ini Jawaban Kapolsek Manggala
-
Tragedi di Makassar: Kekasih Diduga Siram Bensin, Perempuan Ini Kritis Akibat Luka Bakar
-
Wali Kota Khawatir Generasi Muda Mulai Malu Pakai Bahasa Makassar
-
Komnas HAM Desak Polri Stop Kultur Kekerasan di Asrama