- Pemprov Sulteng menjadwalkan program penebaran kembali benih ikan sidat di Danau Poso pada tahun 2027.
- Langkah tersebut diambil karena hasil tangkapan sidat merosot drastis menjadi enam hingga dua belas ton per tahun.
- Pemerintah daerah juga berupaya mengendalikan penebaran benih ikan nila untuk mencegah persaingan makanan dengan sidat.
Syafar menegaskan, pelestarian sidat tidak cukup hanya dilakukan melalui pengendalian ikan nila. Pemerintah juga perlu mengambil langkah pemulihan populasi agar keberadaan spesies tersebut tetap terjaga.
"Ikan sidat menjadi salah satu spesies yang mendapat perhatian serius pemerintah, sehingga upaya pelestarian tidak cukup hanya dilakukan melalui pengendalian terhadap ikan nila, tetapi juga perlu diikuti dengan langkah pemulihan populasi ikan endemik," katanya.
Program tersebut diharapkan dapat mendukung keberlanjutan sumber daya ikan di Danau Poso sekaligus menjaga potensi ekonomi perikanan bagi masyarakat setempat.
Namun, keberhasilan pemulihan populasi sidat juga akan bergantung pada kondisi habitat, pengelolaan perikanan, serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga ekosistem danau.
Baca Juga:Ikan Endemik Terancam Punah, Aturan Pelepasliaran Ikan Asing Diperketat