- Kalla Group yang berdiri sejak 18 Oktober 1952 telah melewati tiga generasi kepemimpinan dan tiga masa pemerintahan di Indonesia.
- Perusahaan sukses mengembangkan portofolio bisnis ke dalam tujuh sektor strategis seperti otomotif, konstruksi, energi, hingga pendidikan dan kesehatan.
- Memasuki usia ke-74 tahun, Kalla Group menyelenggarakan berbagai kegiatan perayaan untuk memperkuat kontribusi nyata kepada masyarakat luas.
3. Konstruksi, Terlibat dalam Pembangunan Infrastruktur
Di sektor konstruksi, Kalla Group memiliki Kalla Aspal, Kalla Beton, dan Bumi Karsa.
Ketiga entitas tersebut berada dalam lini usaha yang berkaitan dengan kebutuhan pembangunan.
Kalla Aspal dan Kalla Beton bergerak pada penyediaan material konstruksi, sedangkan Bumi Karsa dikenal sebagai perusahaan konstruksi.
Baca Juga:Rahasia Jusuf Kalla Tetap Bugar di Usia 84 Tahun
Bisnis ini menjadi salah satu bagian dari portofolio Kalla Group di sektor pembangunan infrastruktur dan konstruksi.
4. Properti dan Kawasan Rekreasi, dari Mal hingga Hunian
Bisnis properti Kalla Group mencakup pusat perbelanjaan, kawasan hunian, hingga fasilitas rekreasi.
Sejumlah aset yang masuk dalam portofolio ini antara lain Mal Ratu Indah, Nipah, Bukit Baruga, Bugis Waterpark, dan Wisma Kalla.
Mal Ratu Indah dan Nipah menjadi bagian dari bisnis pusat perbelanjaan. Sementara itu, Bukit Baruga dikenal sebagai kawasan hunian, Bugis Waterpark bergerak di bidang rekreasi, dan Wisma Kalla menjadi salah satu properti yang digunakan untuk kegiatan perkantoran.
Baca Juga:JK Ungkap Sisi Gelap Demokrasi Liberal Indonesia: Banyak Pejabat Tidak Punya Kapasitas
Ragam usaha tersebut memperlihatkan pengembangan bisnis Kalla Group di sektor properti dan fasilitas komersial.
5. Mineral, Mengembangkan Bisnis Pengolahan Sumber Daya
Kalla Group turut mengembangkan bisnis di sektor mineral melalui Bumi Mineral Sulawesi (BMS).
Kehadiran lini bisnis ini memperluas portofolio perusahaan ke sektor sumber daya mineral dan industri pengolahannya.
Sektor tersebut menjadi salah satu bidang usaha yang berbeda dari bisnis Kalla Group yang lebih dahulu dikenal masyarakat, seperti otomotif dan properti.
6. Energi, Merambah Pembangkit Listrik Berbasis Air