- Kalla Group yang berdiri sejak 18 Oktober 1952 telah melewati tiga generasi kepemimpinan dan tiga masa pemerintahan di Indonesia.
- Perusahaan sukses mengembangkan portofolio bisnis ke dalam tujuh sektor strategis seperti otomotif, konstruksi, energi, hingga pendidikan dan kesehatan.
- Memasuki usia ke-74 tahun, Kalla Group menyelenggarakan berbagai kegiatan perayaan untuk memperkuat kontribusi nyata kepada masyarakat luas.
SuaraSulsel.id - Berdiri sejak 18 Oktober 1952, perusahaan yang dirintis Haji Kalla bersama Hajjah Athirah ini telah melewati tiga generasi kepemimpinan dan tiga masa pemerintahan. Mulai dari Orde Lama, Orde Baru, hingga Era Reformasi.
Selama lebih dari tujuh dekade, Kalla Group tidak hanya bertahan di tengah perubahan zaman, tetapi juga mengembangkan bisnis ke berbagai sektor.
Dari otomotif yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, pembangunan infrastruktur, properti, hingga energi terbarukan, lini usaha Kalla Group kini tersebar di sejumlah bidang strategis.
Perjalanan tersebut tidak lepas dari tantangan ekonomi yang mengiringi pergantian kepemimpinan perusahaan.
Baca Juga:Rahasia Jusuf Kalla Tetap Bugar di Usia 84 Tahun
Pada 1967, ketika Jusuf Kalla mulai memimpin sebagai direktur utama, Indonesia berada dalam masa peralihan dari Orde Lama ke Orde Baru di tengah persoalan ekonomi dan dampak kebijakan moneter sebelumnya.
Tantangan serupa kembali muncul ketika Fatimah Kalla menjabat direktur utama pada 1999 setelah Indonesia dilanda krisis moneter.
Sementara itu, kepemimpinan Solihin Jusuf Kalla yang dimulai pada 2018 turut menghadapi pandemi Covid-19 yang berdampak luas terhadap aktivitas ekonomi.
Di tengah berbagai perubahan tersebut, Kalla Group terus mengembangkan portofolio bisnisnya. Berikut tujuh jenis bisnis yang dijalankan Kalla Group hingga usianya yang ke-74 tahun;
1. Otomotif, dari Penjualan Kendaraan hingga Layanan Perawatan
Baca Juga:JK Ungkap Sisi Gelap Demokrasi Liberal Indonesia: Banyak Pejabat Tidak Punya Kapasitas
Salah satu lini bisnis yang dekat dengan masyarakat adalah otomotif. Melalui Kalla Toyota, perusahaan bergerak dalam bisnis kendaraan bermerek Toyota, termasuk penjualan dan layanan purnajual.
Selain itu, terdapat Otoxpert yang bergerak di bidang layanan otomotif. Kehadiran kedua bisnis ini memperlihatkan cakupan usaha Kalla Group di sektor kendaraan, mulai dari kebutuhan pembelian mobil hingga perawatan kendaraan.
2. Transportasi dan Logistik, Menghubungkan Distribusi Barang
Kalla Group juga mengembangkan bisnis transportasi dan logistik melalui sejumlah perusahaan, yakni Kalla Transport, Kalla Logistics, Kalla Lines, dan Cahaya Bone.
Lini usaha ini mencakup layanan transportasi serta kegiatan logistik dan pelayaran yang mendukung mobilitas dan distribusi barang.
Sektor tersebut menjadi bagian dari portofolio Kalla Group di luar bisnis otomotif dan perdagangan.
3. Konstruksi, Terlibat dalam Pembangunan Infrastruktur
Di sektor konstruksi, Kalla Group memiliki Kalla Aspal, Kalla Beton, dan Bumi Karsa.
Ketiga entitas tersebut berada dalam lini usaha yang berkaitan dengan kebutuhan pembangunan.
Kalla Aspal dan Kalla Beton bergerak pada penyediaan material konstruksi, sedangkan Bumi Karsa dikenal sebagai perusahaan konstruksi.
Bisnis ini menjadi salah satu bagian dari portofolio Kalla Group di sektor pembangunan infrastruktur dan konstruksi.
4. Properti dan Kawasan Rekreasi, dari Mal hingga Hunian
Bisnis properti Kalla Group mencakup pusat perbelanjaan, kawasan hunian, hingga fasilitas rekreasi.
Sejumlah aset yang masuk dalam portofolio ini antara lain Mal Ratu Indah, Nipah, Bukit Baruga, Bugis Waterpark, dan Wisma Kalla.
Mal Ratu Indah dan Nipah menjadi bagian dari bisnis pusat perbelanjaan. Sementara itu, Bukit Baruga dikenal sebagai kawasan hunian, Bugis Waterpark bergerak di bidang rekreasi, dan Wisma Kalla menjadi salah satu properti yang digunakan untuk kegiatan perkantoran.
Ragam usaha tersebut memperlihatkan pengembangan bisnis Kalla Group di sektor properti dan fasilitas komersial.
5. Mineral, Mengembangkan Bisnis Pengolahan Sumber Daya
Kalla Group turut mengembangkan bisnis di sektor mineral melalui Bumi Mineral Sulawesi (BMS).
Kehadiran lini bisnis ini memperluas portofolio perusahaan ke sektor sumber daya mineral dan industri pengolahannya.
Sektor tersebut menjadi salah satu bidang usaha yang berbeda dari bisnis Kalla Group yang lebih dahulu dikenal masyarakat, seperti otomotif dan properti.
6. Energi, Merambah Pembangkit Listrik Berbasis Air
Sektor energi menjadi lini bisnis lain yang dikembangkan Kalla Group. Melalui sejumlah perusahaan, Kalla Group terlibat dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga air.
Perusahaan yang berada dalam lini bisnis ini meliputi Poso Energy, Malea Hydropower, Mamuju Tumbuan Energy, serta Kerinci Merangin Hidro.
Portofolio tersebut memperlihatkan keterlibatan Kalla Group dalam pengembangan energi berbasis air atau hidro.
Selain memperluas bidang usaha, sektor ini menempatkan energi sebagai salah satu bagian penting dari diversifikasi bisnis perusahaan.
7. Pendidikan dan Kesehatan, Mengembangkan Layanan untuk Masyarakat
Selain bisnis komersial dan industri, Kalla Group juga memiliki lini usaha di bidang pendidikan dan kesehatan.
Di sektor pendidikan, perusahaan mengembangkan Sekolah Islam Athirah dan Kalla Institute. Keduanya menjadi bagian dari keterlibatan Kalla Group dalam penyelenggaraan pendidikan, mulai dari tingkat sekolah hingga pendidikan tinggi.
Sementara itu, di sektor kesehatan, terdapat RS Faisal yang menjadi bagian dari portofolio usaha perusahaan.
Kehadiran bisnis pendidikan dan kesehatan memperlihatkan bahwa cakupan usaha Kalla Group tidak hanya berkaitan dengan perdagangan, industri, dan pembangunan, tetapi juga mencakup layanan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Memasuki usia ke-74 tahun, Kalla Group menggelar sejumlah kegiatan untuk memperingati hari jadi perusahaan.
Communication & Sustainability Department Head Kalla Group, Nadya Tyagita mengatakan rangkaian kegiatan tersebut bertujuan mempererat hubungan antarinsan Kalla sekaligus memperkuat kontribusi perusahaan kepada masyarakat.
Perayaan tahun ini mengusung tema “Better Together, Closer Hearts, Brighter Tomorrow”. Tema tersebut menjadi perluasan dari semangat perusahaan, yakni “Aktif Bersama, Maju Bersama”.
"Kami ingin bahwa Kalla bisa aktif dan maju bersama dengan masyarakat sekitar, dengan orang-orang yang ada di sekeliling kami," kata Nadya.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing