- Gubernur Sulsel Andi Sudirman dan Kepala BGN Sudaryono meresmikan SPPG di Takalar pada Jumat, 2 Oktober 2026.
- Sulawesi Selatan terpilih sebagai lokasi utama aktivasi ratusan SPPG untuk wilayah Timur Indonesia.
- Peresmian fasilitas gizi tersebut bertujuan membantu anak-anak di daerah 3T dan wilayah stunting tinggi.
SuaraSulsel.id -
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mendampingi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta daerah dengan prevalensi stunting tinggi dan sangat tinggi di Desa Timbuseng, Kecamatan Polongbangkeng Timur, Kabupaten Takalar, Jumat (2/10/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras, Ketua DPRD Provinsi Sulsel Andi Rachmatika Dewi, Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye, serta tamu undangan lainnya.
Diketahui, Sulawesi Selatan dipilih sebagai lokasi utama aktivasi SPPG di 16 provinsi dan 116 kabupaten/kota di wilayah Timur Indonesia, dengan total 480 SPPG, terdiri atas 211 SPPG mitra mandiri dan 269 SPPG terpencil.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman mengapresiasi BGN yang memilih Sulawesi Selatan sebagai lokasi utama aktivasi SPPG di wilayah Timur Indonesia.
Baca Juga:Uji Coba Sistem Rujukan Baru JKN: Pasien Langsung ke Rumah Sakit Sesuai Penyakit
"Kami ucapkan terima kasih kepada Kepala BGN karena memilih Sulsel untuk peresmian SPPG wilayah 3T. Kami tentu mengapresiasi Bapak Kepala BGN membuka atau mengaktivasi SPPG terutama di daerah 3T dan memiliki prevalensi stunting yang tinggi," kata Andi Sudirman.
Menurutnya, kehadiran SPPG di wilayah 3T menjadi langkah penting untuk memastikan anak-anak di daerah yang memiliki keterbatasan akses tetap memperoleh makanan bergizi setiap hari.
"Karena masyarakat di 3T, anak-anaknya tentu berharap ingin diberi makan setiap hari dengan makanan yang bergizi," ujarnya.
Sulawesi Selatan, kata Andi Sudirman, siap mendukung pelaksanaan program pemenuhan gizi secara masif.
Namun, program berskala besar membutuhkan kerja keras, pembenahan, dan pelaksanaan yang dilakukan secara bertahap agar dapat berjalan optimal.
Baca Juga:Tancap Gas! Gubernur Sulsel Minta Tribun Selatan Stadion Sudiang Tetap Digeber
"Kita berharap banyak dilakukan pembenahan. Semua kegiatan-kegiatan kita ketika banyak program dan sifatnya masif tentu harus ada kerja keras di belakang semua itu untuk dilakukan perlahan dan bertahap untuk melakukan pembenahan," tuturnya.
Pemprov Sulsel, lanjutnya, akan terus mendukung penguatan program tersebut dan berharap cakupan layanan dapat diperluas hingga wilayah yang selama ini memiliki tantangan geografis dan akses layanan dasar.
"Kita tentu sangat mendukung, mensupport terus Bapak Kepala BGN dan berharap tentu dilakukan perluasan dapur SPPG terutama di wilayah pulau-pulau, daerah terpencil dan wilayah dengan prevalensi stunting tertinggi di Sulsel," pungkasnya.