- Dinas Perhubungan Kota Makassar menerapkan rekayasa dan penutupan jalan sementara di pusat kota pada 24 hingga 30 Agustus 2026.
- Kebijakan tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan MTQ Nasional KORPRI VIII 2026 di Makassar dan Kabupaten Pangkep.
- Pemerintah melibatkan UMKM lokal dalam acara nasional ini untuk memperluas pasar produk dan menggerakkan perekonomian masyarakat.
Penutupan sejumlah ruas jalan ini menjadi bagian dari rangkaian persiapan penyelenggaraan MTQ Nasional KORPRI VIII yang dipusatkan di Kota Makassar dan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).
Kegiatan tersebut berlangsung pada 24-30 Agustus 2026 dan akan mempertemukan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Selain menjadi ajang syiar keagamaan dan kompetisi membaca Al-Qur'an bagi anggota KORPRI, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga ingin penyelenggaraan MTQ memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sulsel sekaligus Koordinator Acara, Andi Munawir mengatakan sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal akan dilibatkan selama kegiatan berlangsung.
Baca Juga:Ini Jadwal Baru Pembuangan Sampah di Kota Makassar, Wajib Diketahui Warga!
UMKM binaan Pemprov Sulsel dan Pemkot Makassar telah disiapkan untuk memperkenalkan berbagai produk lokal kepada peserta dan tamu yang datang dari berbagai daerah.
"Kami melibatkan beberapa UMKM untuk memperkenalkan produk makanan dan produk olahan mereka," kata Andi Munawir, Senin, 24 Agustus 2026.
Ia menjelaskan kehadiran peserta dari berbagai provinsi menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM Sulsel memperluas pasar.
Produk lokal tidak hanya akan diperkenalkan kepada para kafilah, tetapi juga tamu dari kementerian dan undangan yang menghadiri kegiatan nasional tersebut.
UMKM yang dilibatkan telah melalui proses kurasi. Produk kuliner lokal nantinya ditempatkan di sejumlah titik strategis di lokasi kegiatan sehingga mudah dijangkau peserta maupun tamu.
Baca Juga:Bikin Haru! Aksi Seru Anak-Anak Disabilitas SLBN 1 Makassar Rayakan HUT RI
Pemerintah berharap perputaran ekonomi dari penyelenggaraan MTQ tidak hanya dirasakan oleh hotel atau penyedia jasa transportasi, tetapi juga oleh pelaku usaha kecil dan masyarakat sekitar.
Dengan jumlah peserta yang mencapai lebih dari seribu orang, kedatangan kafilah dan tamu dari berbagai daerah diperkirakan memberikan dampak terhadap sejumlah sektor, mulai dari penginapan, kuliner, transportasi hingga perdagangan.
Munawir mengatakan hal tersebut sejalan dengan pesan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman agar penyelenggaraan agenda nasional tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
MTQ harus menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
"Bukan hanya syiar keagamaan, tapi syiar untuk pemberdayaan ekonomi juga," ujarnya.
Selain produk UMKM, Sulsel juga akan menampilkan budaya lokal dalam penyambutan para peserta. Keramahan dan penghormatan terhadap tamu akan menjadi bagian dari upaya memperkenalkan karakter budaya Sulsel kepada masyarakat dari berbagai daerah.