Peternak Ayam Demo Besar-Besaran, Mentan Amran: Sebelum Demo Kami Sudah Teken SK Ini

Andi Amran Sulaiman merespons aksi demonstrasi peternak ayam di sejumlah daerah yang memprotes tingginya harga pakan dan anjloknya harga telur

Muhammad Yunus
Selasa, 11 Agustus 2026 | 12:53 WIB
Peternak Ayam Demo Besar-Besaran, Mentan Amran: Sebelum Demo Kami Sudah Teken SK Ini
Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman merespon permintaan peternak untuk mengendalikan harga pakan dan telur, Selasa 11 Agustus 2026 [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara]
Baca 10 detik
  • Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman merespons demonstrasi peternak ayam di Makassar pada Selasa, 11 Agustus 2026.
  • Pemerintah menyetujui penyaluran pakan murah bersubsidi lewat Bulog serta penyerapan telur dan daging untuk program Makan Bergizi Gratis.
  • Kebijakan tersebut diambil untuk mengatasi keluhan peternak kecil akibat tingginya harga pakan dan anjloknya harga telur.

"Harga pakan nanti kita sudah memberi harga SPHP disubsidi pemerintah. Dan itu disalurkan oleh Bulog. Kami sudah putuskan, kami sudah tanda tangan. Hanya saja mungkin, kemarin kan demonya mau besar-besaran mungkin ini terlanjur sudah persiapan," ungkapnya.

Amran menambahkan keputusan mengenai SPHP telah dituangkan dalam surat keputusan. Selain itu, pemerintah juga telah menyetujui penyerapan telur dan daging ayam untuk program MBG.

"Tapi sebelum demo kami sudah dahului, sudah tanda tangan SK-nya SPHP. SPHP itu adalah pakan yang murah disubsidi pemerintah kepada peternak kecil. Kemudian ke MBG sudah saya tanda tangan, semua sudah. Yang akan disalurkan Ke MBG, daging ayam dengan telur," ujar Amran.

Harga Pakan Naik, Telur Turun

Baca Juga:Menjerit Harga Pakan Meroket! Ribuan Peternak di Sulsel Terancam Gulung Tikar

Sebelumnya, puluhan peternak ayam di Sulawesi Selatan menggelar aksi demonstrasi dengan membagikan ayam dan telur kepada pengendara.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap tingginya harga pakan dan rendahnya harga telur di tingkat peternak.

Peternak mengeluhkan kondisi tersebut telah berlangsung sekitar empat bulan. Harga pakan disebut mendekati Rp500 ribu per karung, sedangkan harga telur turun hingga berada di bawah biaya produksi.

Jika kondisi tersebut tidak segera dikendalikan, peternak khawatir usaha ayam petelur rakyat semakin banyak yang berhenti.

Di Sulawesi Selatan, jumlah peternak ayam petelur yang terdampak disebut mencapai sekitar 2.700 peternak.

Baca Juga:Pemprov Papua Selatan: Lahan Cetak Sawah di Merauke 48 Ribu Hektare

Keluhan serupa juga disampaikan peternak di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Harga telur ayam ras di tingkat peternak disebut berada di kisaran Rp20 ribu per kilogram, sementara harga pakan mencapai sekitar Rp8.000 per kilogram.

Salah satu peternak, Andry Putra mengatakan harga telur perlu berada pada level yang lebih tinggi agar mampu menutupi biaya produksi.

"Kalau harga pakan Rp8.000 sekilo, harga telur bisa Rp26.000 sampai Rp30.000 sekilo untuk menjaga keseimbangan harga," kata Andry.

Kenaikan biaya pakan menjadi salah satu faktor utama yang menekan usaha mereka.

Biaya pakan mengambil porsi besar dari total biaya produksi, sementara harga telur di tingkat peternak tidak mampu mengikuti kenaikan biaya tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak