- Pembangunan Stadion Sudiang di Makassar terhambat di tribun selatan akibat sengketa lahan senilai Rp18 miliar yang belum lunas.
- Progres fisik proyek nasional berbiaya Rp674,9 miliar tersebut telah mencapai hampir 15 persen per 10 Agustus 2026.
- DPRD Sulawesi Selatan mendesak pemerintah segera menuntaskan pembayaran ganti rugi agar pembangunan stadion tidak terganggu.
SuaraSulsel.id - Pembangunan Stadion Sudiang di Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar belum sepenuhnya berjalan mulus.
Di tengah pengerjaan stadion yang terus dikebut, pembangunan pada bagian tribun selatan justru harus ditinggalkan sementara karena adanya persoalan lahan.
Kontraktor disebut beberapa kali harus menghentikan pekerjaan di area tersebut setelah mendapat ancaman dari warga yang mengklaim lahan yang menjadi lokasi pembangunan.
Kepala Satuan Kerja (Satker) Prasarana Strategis Sulsel Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU), Iwan mengatakan kondisi tersebut membuat tim memilih mengerjakan bagian stadion yang relatif aman dari persoalan lahan.
Baca Juga:Begini Strategi Damkar Padamkan Api Nipah Mall, Salah Satu Gedung Tinggi di Makassar
"Tribun selatan itu terhambat. Ketika kami kerja, mereka datang dan pembangunan dihentikan lagi. Jadi kami tinggalkan tribun selatan, kami kerja yang aman dulu, yaitu timur, utara, dan barat," kata Iwan, Senin, 10 Agustus 2026.
Kata Iwan, persoalan tersebut berkaitan dengan kewajiban pembayaran ganti rugi lahan yang hingga kini belum sepenuhnya diselesaikan.
Nilai pembayaran yang masih harus dituntaskan disebut mencapai sekitar Rp18 miliar. Persoalan tersebut telah memiliki putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap atau inkrah.
"Sebenarnya sudah inkrah, hanya persoalannya belum dilunasi, kurang lebih Rp18 miliar lagi," ujarnya.
Karena persoalan itu belum selesai, aktivitas pembangunan pada bagian tribun selatan belum dapat dilanjutkan secara optimal.
Baca Juga:Kalla: Nipah Mall Aman dan Kondusif Usai Kebakaran
Sementara pekerjaan di bagian lain stadion tetap berjalan.
Progres Stadion Hampir 15 Persen
Secara keseluruhan, pembangunan Stadion Sudiang terus menunjukkan perkembangan. Hingga Senin, 10 Agustus 2026, progres fisik proyek tersebut telah mencapai hampir 15 persen.
Iwan mengatakan struktur bangunan stadion kini mulai memasuki tahap lantai tiga, terutama pada bagian tribun barat dan timur.
"Progresnya sudah 15 persen. Beberapa hari lalu baru 14,5 persen. Strukturnya sudah lantai tiga. Untuk tribun barat sudah struktur lantai tiga, tribun timur juga masuk struktur lantai tiga," katanya.
Pekerjaan pengecoran juga tengah dipersiapkan. Namun, proses pembangunan belum bisa dilakukan secara serentak di seluruh area stadion karena jumlah tenaga kerja masih terbatas.
Saat ini sekitar 500 pekerja berada di lokasi proyek. Jumlah tersebut masih akan ditambah hingga sekitar 700 pekerja untuk mempercepat pengerjaan.
"Sekarang 500 orang, sehingga pekerjaannya masih parsial. Misalnya tribun barat dikerjakan dulu karena kami mengejar persiapan tribunnya," ujar Iwan.
Untuk mengejar target pembangunan, sejumlah komponen stadion juga telah diproduksi terlebih dahulu.
Salah satunya beton precast yang dicetak di kawasan Center Point of Indonesia (CPI), Makassar. Beton tersebut kemudian dibawa ke lokasi pembangunan untuk langsung dipasang.
"Precast kita sudah cetak juga, cetakannya di daerah CPI. Datang ke sini sudah jadi betonnya, tinggal dipasang saja, jadi prosesnya lebih cepat," jelasnya.
Dengan metode tersebut, waktu pengerjaan di lapangan dapat dipangkas karena sebagian komponen tidak lagi dibuat dari awal di lokasi proyek.
Namun, persoalan lahan tetap menjadi salah satu faktor yang harus segera diselesaikan agar pengerjaan tidak semakin tertinggal, terutama pada tribun selatan.
Iwan berharap kewajiban pembayaran kepada pihak yang memiliki dasar hukum atas lahan tersebut segera dituntaskan.
"Harapannya persoalan pembayaran lahan itu segera diselesaikan sehingga pembangunan bisa berjalan tanpa gangguan," katanya.
DPRD Minta Persoalan Lahan Segera Dibayar
Persoalan lahan tersebut juga menjadi perhatian DPRD Sulawesi Selatan.
Anggota Komisi D DPRD Sulsel, Sultan Tajang mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah terkait untuk mengetahui perkembangan penyelesaian persoalan tersebut.
"Kami akan koordinasikan dengan dinas yang bersangkutan terutama terkait masalah lahan tersebut. Kita kejar progresnya bagaimana stadion ini bisa selesai," kata Sultan saat dikonfirmasi.
Menurutnya, DPRD Sulsel berkepentingan memastikan pembangunan Stadion Sudiang berjalan sesuai rencana. Terlebih, kawasan tersebut nantinya tidak hanya menjadi lokasi stadion, tetapi juga direncanakan memiliki sejumlah fasilitas pendukung.
Di antaranya masjid, area parkir, serta fasilitas olahraga lainnya.
"DPRD Sulsel pasti ikut mengawal, karena di situ ada beberapa perencanaan pembangunan Pemprov. Tapi kita dahulukan mengetahui sejauh mana upaya Pemprov menyelesaikan masalah lahan yang diakui masyarakat," ujarnya.
Persoalan pembayaran lahan sebelumnya juga telah disoroti Anggota Komisi V DPR RI, Andi Iwan Aras (AIA) saat melakukan peninjauan ke lokasi pembangunan Stadion Sudiang.
Ia meminta Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan segera menyelesaikan kewajiban pembayaran ganti rugi sekitar Rp18 miliar kepada pihak yang telah memperoleh putusan hukum berkekuatan tetap.
"Kami berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan segera menyelesaikan pembayaran tersebut agar tidak menghambat proses pembangunan stadion. Persoalan pembebasan lahan ini harus menjadi perhatian serius," kata legislator Fraksi Gerindra tersebut.
Pembangunan Stadion Sudiang merupakan salah satu proyek strategis nasional yang dibiayai melalui skema tahun jamak (multiyears) selama periode 2025 hingga 2027.
Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp674,9 miliar untuk menyelesaikan proyek tersebut. Rinciannya, Rp96,04 miliar pada 2025, Rp454,98 miliar pada 2026, dan Rp123,92 miliar pada 2027.
Stadion dibangun di atas lahan seluas 15 hektare di kawasan GOR Sudiang. Sekitar tujuh hektare digunakan untuk bangunan utama stadion, sedangkan sisanya disiapkan untuk berbagai fasilitas pendukung.
Apabila rampung, Stadion Sudiang akan memiliki kapasitas sekitar 27 ribu penonton dengan konsep single seat yang mengutamakan kenyamanan dan keselamatan sesuai standar stadion modern.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing