Menjerit Harga Pakan Meroket! Ribuan Peternak di Sulsel Terancam Gulung Tikar

Puluhan ekor ayam dan ratusan butir telur dibagikan cuma-cuma kepada pengendara yang melintas di Kota Makassar

Muhammad Yunus
Senin, 10 Agustus 2026 | 12:27 WIB
Menjerit Harga Pakan Meroket! Ribuan Peternak di Sulsel Terancam Gulung Tikar
Peternak di Sulawesi Selatan membagikan gratis ayam dan telur ke masyarakat. Sebagai bentuk aksi protes terhadap mahalnya harga pakan yang membuat mereka terus merugi. Aksi digelar di depan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Senin 10 Agustus 2026 [SuaraSulsel.id/Lorensia Clara]
Baca 10 detik
  • Puluhan peternak dari 24 kabupaten membagikan ayam dan telur gratis di Makassar pada 10 Agustus 2026.
  • Aksi protes tersebut dilakukan karena lonjakan harga pakan dan penurunan harga telur menyebabkan kerugian besar.
  • Kementerian Pertanian meminta pabrik pakan menahan kenaikan harga guna melindungi keberlangsungan usaha peternak rakyat nasional.

SuaraSulsel.id - Puluhan ekor ayam dan ratusan butir telur dibagikan cuma-cuma kepada pengendara yang melintas di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Bukan karena peternak sedang panen raya, melainkan karena mereka mengaku sudah berada di titik sulit untuk mempertahankan usahanya.

Ayam dan telur itu dibawa puluhan peternak dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan sebagai bagian dari aksi protes terhadap tingginya harga pakan yang dinilai tidak lagi sebanding dengan harga jual telur.

Di tengah lalu lintas kendaraan, para peternak membagikan hasil ternaknya kepada warga.

Baca Juga:Arena Judi Sabung Ayam Dekat Masjid dan Rumah Tahfiz Digerebek, Ternyata Milik Pengacara

Aksi itu menjadi simbol keresahan mereka ketika biaya untuk memberi makan ayam terus naik, sementara harga telur justru bergerak turun.

Syaiful, salah satu peternak yang ikut dalam aksi tersebut mengatakan kondisi itu telah mereka rasakan selama sekitar empat bulan terakhir.

"Kami tidak sanggup lagi memberi pakan ke ternak kami. Kami sudah merugi. Harga pakan naik, tapi telur turun. Di mana posisi pemerintah?" kata Syaiful, Senin, 10 Agustus 2026.

Ia menjelaakan peternak kini berada dalam posisi serba sulit. Ayam tetap harus diberi makan agar terus berproduksi, sementara hasil produksi justru dijual dengan harga yang menurut peternak berada di bawah biaya pokok produksi.

"70 persen biaya modal kami ada di pakan. Mana bisa kami bertahan kalau kondisinya seperti ini?" ujarnya.

Baca Juga:Telur Ikut 'Terbakar'! Dari Rp48 Ribu Jadi Rp60 Ribu, Benarkah Program MBG Pemicu?

Para peternak yang datang ke Makassar berasal dari 24 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan.

Mereka meminta pemerintah mengambil langkah untuk menjaga keseimbangan harga pakan dan telur sehingga usaha peternakan rakyat tidak semakin tertekan.

Syaiful mengatakan peternak berharap persoalan tersebut tidak berhenti di tingkat pemerintah daerah, tetapi diteruskan kepada pemerintah pusat.

"Kami datang jauh-jauh dari 24 kabupaten/kota. Tolong teruskan aspirasi kami ke pemerintah pusat. Kami mau pemerintah menstabilkan harga telur," katanya.

Harga Pakan Naik, Telur Justru Turun

Keluhan serupa disampaikan peternak lainnya, Makmur. Ia mengatakan kenaikan harga pakan berlangsung bertahap dalam beberapa bulan terakhir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini