- Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia membuka Musda XI DPD I Golkar Sulawesi Selatan di Makassar, 18 Juli 2026.
- Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin absen dalam Musda, namun Bahlil menegaskan roda organisasi tetap berjalan melalui wakilnya.
- Ilham Arief Sirajuddin menjadi calon tunggal Ketua DPD I Golkar Sulsel setelah mendapatkan diskresi khusus dari DPP partai.
SuaraSulsel.id - Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia menyinggung absennya Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin atau Appi dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan.
Musda berlangsung di Hotel Claro Makassar, Sabtu, 18 Juli 2026 dan dibuka langsung oleh Bahlil Lahadalia dan sejumlah pimpinan DPP Partai Golkar lainnya.
Ketidakhadiran Appi menjadi sorotan karena terjadi di tengah isu dirinya batal maju dalam perebutan kursi Ketua DPD I Golkar Sulsel sekaligus kabar yang menyebutkan dirinya akan meninggalkan partai berlambang pohon beringin tersebut.
Namun, Bahlil menilai absennya Appi dalam forum partai bukan persoalan besar.
Ia mengatakan roda organisasi tetap berjalan karena Appi tetap diwakili oleh Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham.
"Pak Wali kota izin tidak hadir. Gapapa. (Misal) Gubernur tidak ada, yang mewakili wakil gubernur. Bupati dan wali kota tidak ada, yang mewakili wakilnya. Tidak apa-apa, itu tidak mengurangi hikmah dari Musda kok," ujar Bahlil di hadapan peserta Musda.
Pernyataan itu sekaligus menjadi respons atas tidak hadirnya Appi yang memilih menunaikan ibadah umrah bertepatan dengan pelaksanaan Musda Golkar Sulsel.
Musda kali ini praktis hanya diikuti satu calon ketua, yakni mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin (IAS).
Situasi tersebut membuat IAS berada di atas angin untuk terpilih secara aklamasi memimpin Golkar Sulsel periode mendatang.
Di hadapan kader Golkar, Bahlil mengingatkan IAS bahwa rekomendasi yang diberikan DPP Golkar bukanlah jaminan otomatis menjadi ketua.
Menurutnya, rekomendasi tersebut hanya menjadi syarat untuk maju sebagai calon ketua.
"Saya ingatkan sekali lagi bahwa rekomendasi yang saya kasih ke Kak Aco itu rekomendasi untuk calon ketua, belum menjadi ketua. Baru calon," kata Bahlil yang disambut tepuk tangan peserta Musda.
Meski demikian, ia mengakui posisi IAS sangat diuntungkan karena menjadi satu-satunya kandidat yang mengembalikan formulir pendaftaran.
"Karena yang mendaftar cuma satu calon, ya bukan salah Ketua Umum DPP Partai Golkar. Kalau yang mengembalikan formulir cuma satu, jangan tanya kepada DPP. Tanyalah kepada pihak-pihak yang ingin mencalonkan," ujarnya.
Bahlil mengaku tidak mengetahui secara rinci dinamika yang menyebabkan hanya satu kandidat yang akhirnya maju hingga tahapan akhir pendaftaran.