- Purna Paskibraka Indonesia Kota Makassar melaporkan dugaan kecurangan dalam seleksi calon Paskibraka Sulawesi Selatan tahun 2026 yang berlangsung tertutup.
- Panitia dituding melakukan proses penentuan akhir secara subjektif tanpa transparansi nilai kepribadian serta mengabaikan mekanisme pemeringkatan aplikasi resmi BPIP.
- Peserta unggulan seperti Cathlyn Yvaine Lesmana digantikan secara mendadak oleh kandidat lain tanpa alasan jelas dan dasar regulasi yang sah.
SuaraSulsel.id - Proses seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan 2026 menuai polemik.
Polemik bermula saat peserta asal Kota Makassar Cathlyn Yvaine Lesmana disebut sempat masuk dalam tiga besar calon Paskibraka nasional, namun kemudian digantikan peserta lain secara mendadak yang namanya bahkan tak masuk 10 besar.
Polemik ini mencuat setelah Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Makassar merilis kronologi panjang yang menyoroti dugaan kejanggalan selama proses seleksi berlangsung.
Berikut sejumlah fakta dan sorotan utama dalam polemik seleksi Paskibraka Sulsel versi PPI Makassar:
Baca Juga:Dugaan Diskriminasi Seleksi Paskibraka Nasional, Wali Kota Makassar: Jangan Rusak Mental Anak-Anak
1. Enam Utusan Makassar Disebut Unggul Sejak Awal Seleksi
PPI Makassar menyebut enam peserta utusan Kota Makassar sejak awal dianggap sebagai kandidat kuat lolos ke tingkat nasional.
Mereka adalah Ghaisan Putra Asrul, Abdul Rahim Ramadhan, Muhammad Farid Alfarabi, Cathlyn Yvaine Lesmana, Meivylicha Putri Aurelia Kamal dan Putri Maharani.
Keenamnya disebut meraih nilai tinggi pada tes wawasan kebangsaan, intelegensia umum, kesehatan, kesamaptaan hingga PBB selama dua hari seleksi.
Menurut PPI Makassar, performa stabil para peserta membuat banyak pendamping daerah lain meyakini utusan Makassar berpeluang besar masuk tiga besar.
Baca Juga:Dituding Tak Objektif, Pemprov Sulsel Siap Buka-bukaan Seleksi Paskibraka Nasional
2. Nilai Seleksi Kepribadian Disebut Tak Pernah Dibuka
Masalah mulai dipersoalkan saat tahapan seleksi kepribadian selesai dilaksanakan.
PPI Makassar menyebut nilai psikotes, wawancara, hingga rekam jejak media sosial tidak pernah muncul di aplikasi Transparansi Paskibraka sebagaimana tahapan sebelumnya.
Padahal seluruh peserta telah menunggu hasil akhir pemeringkatan.
"Nilai kepribadian tidak kunjung dimasukkan secara transparan," demikian bunyi keterangan resmi PPI Makassar.
3. Pendamping Mendadak Diminta Keluar dari Ruang Seleksi