- Karantina Sulawesi Selatan memperketat pengawasan lalu lintas hewan kurban di pelabuhan utama menjelang Iduladha 1447 Hijriah pada Mei 2026.
- Petugas memeriksa dokumen, kesehatan fisik, dan uji laboratorium ternak untuk mencegah penyebaran penyakit menular strategis selama masa pengiriman.
- Sulawesi Selatan menyalurkan ribuan ekor ternak ke wilayah Kalimantan guna memenuhi lonjakan kebutuhan hewan kurban tahun 2026 ini.
SuaraSulsel.id - Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah yang diperkirakan jatuh pada 27 Mei 2026, arus pengiriman hewan kurban dari Sulawesi Selatan ke sejumlah daerah mengalami peningkatan.
Kondisi ini membuat Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Selatan memperketat pengawasan di berbagai jalur distribusi ternak.
Fokus pengawasan dilakukan di sejumlah pelabuhan utama, seperti Pelabuhan Parepare dan Pelabuhan Garongkong, Barru, yang selama ini menjadi pintu keluar pengiriman sapi menuju wilayah Kalimantan.
Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidjah, mengatakan lonjakan kebutuhan hewan kurban menjelang Iduladha harus diantisipasi dengan pengawasan ketat agar tidak memicu penyebaran penyakit hewan menular strategis.
Baca Juga:Sapi Kurban Presiden Prabowo Disembelih di Masjid 99 Kubah Makassar
Menurut dia, mobilitas ternak yang tinggi berpotensi menjadi jalur penyebaran penyakit seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) maupun Lumpy Skin Disease (LSD) apabila tidak diawasi secara maksimal.
“Setiap ternak yang akan dilalulintaskan wajib memenuhi seluruh persyaratan karantina dan dipastikan sehat sebelum diberangkatkan ke daerah tujuan,” kata Sitti dalam keterangannya di Makassar, Minggu (24/5).
Ia menjelaskan, pemeriksaan yang dilakukan petugas mencakup pengecekan dokumen administrasi, pemeriksaan kondisi fisik ternak, hingga pengujian laboratorium guna mendeteksi potensi penyakit sejak dini.
Selain menjaga kesehatan hewan, pengawasan tersebut juga bertujuan memastikan keamanan pangan asal hewan bagi masyarakat yang akan mengonsumsi daging kurban.
Dalam beberapa hari terakhir, Karantina Sulsel melakukan pengawasan terhadap pengiriman 17 ekor sapi potong melalui Pelabuhan Parepare menuju Balikpapan, Kalimantan Timur, menggunakan KM Swarna Bahtera Nusantara.
Baca Juga:20 Orang Jaga Sapi Kurban Presiden Prabowo! Ini Alasan Juventus Jadi Pilihan Istimewa
Tak hanya itu, pengawasan serupa juga dilakukan di Pelabuhan Garongkong, Kabupaten Barru, terhadap pengiriman 29 ekor sapi asal Kabupaten Takalar yang akan diberangkatkan ke Kotawaringin Barat menggunakan KMP Awu Awu.
Seluruh sapi yang dikirim telah menjalani prosedur karantina, termasuk pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan laboratorium menggunakan metode Rose Bengal Test (RBT) guna mendeteksi penyakit brucellosis pada ternak.
Data dari sistem Best Trust milik Barantin menunjukkan tingginya aktivitas distribusi ternak dari Sulawesi Selatan menuju Kalimantan sepanjang April hingga Mei 2026.
Khusus melalui Satuan Pelayanan Parepare, tercatat sebanyak 3.734 ekor sapi potong telah dikirim ke Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan dalam 124 kali pengeluaran.
Sementara pengiriman kambing pada periode yang sama mencapai 286 ekor dengan empat kali pengiriman.
Secara keseluruhan, data Januari hingga Mei 2026 mencatat pengiriman domestik keluar dari seluruh wilayah layanan Karantina Sulsel mencapai 5.004 ekor sapi dan 20.567 ekor kambing. Pengiriman tersebut berasal dari sejumlah titik layanan karantina seperti Makassar, Parepare, Bajoe, dan Jeneponto.