- DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan menunda pelaksanaan Musda XI hingga setelah Idul Adha.
- Penundaan Musda terjadi akibat agenda ibadah haji Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal Partai Golkar ke Tanah Suci.
- DPP Partai Golkar masih melakukan negosiasi politik untuk menyelaraskan kepentingan kandidat ketua dengan aspirasi kader di daerah.
"Ini sudah terlalu lama dan berlarut-larut. DPP Golkar harus segera menjadwalkan Musda karena bisa berdampak terhadap konsolidasi partai di daerah," ujarnya.
Sejauh ini, setidaknya tiga nama disebut menjadi figur kuat yang akan bersaing di Musda Golkar Sulsel.
Mereka adalah Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, serta Bupati Kabupaten Barru, Andi Ina Kartikasari.
Selain tiga nama itu, sejumlah figur senior Golkar Sulsel lainnya juga dinilai masih memiliki pengaruh kuat dalam peta politik internal partai.
Baca Juga:Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
Pakar Politik Universitas Hasanuddin, Profesor Sukri Tamma menilai pertarungan menuju kursi ketua Golkar Sulsel sejauh ini memperlihatkan benturan dua representasi generasi dalam tubuh partai.
Menurut dia, Ilham Arief Sirajuddin atau IAS lebih merepresentasikan kelompok senior Golkar yang memiliki jejaring politik lama dan dukungan kader senior.
Sementara Munafri Arifuddin atau Appi dianggap sebagai representasi kader muda yang lebih energik dengan posisi strategis sebagai kepala daerah.
"Kalau saya melihat dua nama ini mewakili dua generasi berbeda. Satu generasi muda, satu generasi yang lebih senior. Meskipun berbeda jalur, mereka punya kapasitas masing-masing untuk memimpin Golkar ke depan," ujar Sukri.
Ia menilai kedua figur tersebut sama-sama memiliki modal sosial dan politik yang cukup kuat untuk bersaing. Faktor pengalaman, jejaring, hingga kemampuan konsolidasi dinilai akan menjadi pertimbangan utama para pemilik suara.
Baca Juga:Strategi Energi Bahlil Didukung Akademisi, Impor Solar Resmi Berakhir?
"Masing-masing punya pengalaman dan backing sosial politik yang cukup," katanya.
Meski demikian, Sukri menegaskan keputusan akhir tetap sangat dipengaruhi oleh sikap DPP Partai Golkar. Dalam mekanisme Musda Golkar, peran DPP disebut memiliki konsiderasi besar dalam menentukan arah dukungan politik.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing