Serpihan Diduga Pesawat ATR 400 Ditemukan di Bulusaraung, Ini Identitas Kru dan Penumpangnya

Pesawat ATR 400 hilang kontak di Sulsel milik maskapai Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026).

Riki Chandra
Sabtu, 17 Januari 2026 | 17:06 WIB
Serpihan Diduga Pesawat ATR 400 Ditemukan di Bulusaraung, Ini Identitas Kru dan Penumpangnya
Serpihan diduga milik Pesawat ATR 400. [Dok. Istimewa]
Baca 10 detik
  • Pesawat ATR 400 hilang kontak saat rute Yogyakarta–Makassar.
  • Total 11 orang di pesawat, delapan kru dan tiga penumpang.
  • Serpihan pesawat diduga ditemukan di Pegunungan Pangkep.

SuaraSulsel.id - Pesawat ATR 400 hilang kontak di Sulsel milik maskapai Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026). Hingga kini, proses pencarian masih berlangsung intensif dengan melibatkan berbagai unsur penyelamatan.

Terbaru, beredar sejumlah video di media sosial yang memperlihatkan dugaan serpihan pesawat ditemukan di kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, tepatnya di Puncak Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep. Serpihan tersebut terlihat tercecer di area pegunungan.

Serpihan itu diduga pesawat ATR 400. Namun, Basarnas menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kepastian apakah temuan tersebut berasal dari pesawat ATR 400 hilang kontak di Sulsel milik Indonesia Air Transport. Proses verifikasi masih dilakukan seiring berjalannya operasi pencarian.

Informasi awal, pesawat ATR 400 hilang kontak di Sulsel diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar dari AirNav Makassar pada pukul 13.17 Wita.

Setelah laporan diterima, tim SAR langsung bergerak menuju titik koordinat terakhir yang diduga berada di kawasan Leang-leang, Kabupaten Maros.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menjelaskan bahwa pesawat ATR 400 hilang kontak di Sulsel tersebut tengah menjalani penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar sebelum dinyatakan hilang kontak di udara.

“Informasi awal yang kami terima dari AirNav Makassar, pesawat ATR 400 milik Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak. Saat ini personel kami sementara menuju lokasi yang diperkirakan berada di wilayah Leang-leang, Kabupaten Maros,” ujar Andi Sultan.

Berdasarkan data manifes, terdapat 11 orang di dalam pesawat tersebut yang terdiri dari delapan kru dan tiga penumpang.

Identitas kru pesawat meliputi Kapten Andy Dahananto, First Officer Yudha Mahardika, XCU Captain Sukardi, First Officer Hariadi, Engineer on Board (EOB) Frankyd Tanamal, Back on Board (BOB) Junaidi, serta dua pramugari yakni Florencia Lolita S dan Esther Aprilita S.

Sementara itu, tiga penumpang yang berada di dalam pesawat ATR 400 hilang kontak di Sulsel masing-masing bernama Deden, Ferry, dan Yoga. Seluruh identitas tersebut telah diterima tim SAR sebagai bagian dari data awal pencarian.

Dari informasi yang dihimpun, pesawat ini diketahui sedang disewa oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk kepentingan operasional tertentu. Namun hingga kini, otoritas terkait belum merinci secara detail misi penerbangan yang dijalankan pesawat saat kejadian.

Basarnas Makassar menyebut titik koordinat terakhir pesawat berada di perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep, tepatnya di koordinat 04°57’08” Lintang Selatan dan 119°42’54” Bujur Timur. Area tersebut merupakan kawasan pegunungan dengan medan terjal dan akses terbatas.

Untuk mempercepat pencarian ATR 400 hilang kontak di Sulsel, sebanyak 25 personel rescue dikerahkan ke lapangan. Pencarian diperkuat dengan dukungan pesawat intai TNI AU, satu unit helikopter, serta penggunaan drone untuk memantau wilayah yang sulit dijangkau dari darat.

“Saat ini tim masih bergerak menuju lokasi dan melakukan pencarian sesuai koordinat yang kami terima. Kami juga menggunakan drone untuk memaksimalkan pencarian,” kata Andi Sultan.

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini