Warga Minta Program Satgas Kesehatan Pemilu Pemprov Sulsel Dilanjutkan dan Ditiru Daerah Lain

Kehadiran Satgas Kesehatan di setiap Tempat Pemungutan Suara dinilai sangat membantu

Muhammad Yunus
Kamis, 15 Februari 2024 | 17:21 WIB
Warga Minta Program Satgas Kesehatan Pemilu Pemprov Sulsel Dilanjutkan dan Ditiru Daerah Lain
Kehadiran Satgas Kesehatan di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) membantu memeriksa kesehatan petugas KPPS dan warga yang datang memilih [SuaraSulsel.id/Pemprov Sulsel]

SuaraSulsel.id - Kehadiran Satgas Kesehatan di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang diprakarsai oleh Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, berhasil menangani setiap petugas Pemilu yang mengalami sakit atau memiliki keluhan pada hari pencoblosan, kemarin, Rabu, 14 Februari 2024. Demikian juga dengan pemilih.

Program ini hadir karena refleksi atas peristiwa Pemilu sebelumnya di Indonesia, dimana ada 894 petugas yang meninggal dunia dan 5.175 petugas mengalami sakit.

Data dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan untuk monitoring angka kesakitan dan kematian pada Pemilu 2024 hingga 15 Februari 2024 pukul 00.00 WITA, belum ditemukan petugas ataupun pemilih yang meninggal dunia.

Ketua Bawaslu Luwu Utara, Muhajirin Daud, mengatakan, petugas Satgas Kesehatan Kesiapsiagaan Pemilu 2024 ini sangat responsif.

Baca Juga:Rektor Unhas: Pemilu Sudah Selesai, Fokus ke Tempat Kerja Masing-masing

"Alhamdulillah sangat respon, karena beberapa jajaran saya yang sempat drop di lapangan pada saat bertugas itu langsung ditangani. Mereka tanggap untuk menangani dan langsung dibawa ke Puskesmas dirawat dan ditempat juga langsung diberikan reaksi cepat," ungkapnya, saat dihubungi Kamis, 15 Februari 2024.

"Ini petugas mendatangi yang drop, ada yang ditangani dirujuk ke rumah sakit dan puskesmas, tapi petugas minta ditangani di tempat saja," imbuhnya.

Ia mengatakan, program ini dapat direplikasi di daerah lain dan tetap dilanjutkan pada pelaksanaan Pilkada nanti.

"Ini perlu ditingkatkan dan dipertahankan, terutama pada Pilkada, di mana penyelenggara memang tidak ada lagi waktu untuk pergi berobat dan dibutuhkan reaksi cepat dari nakes itu. Jadi memang harus ada standby di bilik TPS, tidak lagi harus meninggalkan tempatnya bertugas," jelasnya.

Senada dengan Muhajirin Daud, Koordinator Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Jeneponto, Akhmad Amiruddin Said, mengakui keberadaan tim kesehatan membantu menciptakan kenyamanan tersendiri di TPS.

Baca Juga:BREAKING NEWS: 2 Petugas KPPS Meninggal Dunia di Kota Makassar Setelah Hitung Surat Suara

"Adanya tenaga kesehatan itu membuat KPPS kami tidak khawatir dengan kondisi kesehatan, karena tenaga kesehatan yang ditunjuk tersebut stand by di lokasi-lokasi TPS," ucapnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini