Kasat Reskrim Polres Bone Bolango AKP Muhammad Arianto mengatakan, pihaknya akan memeriksa pihak kampus untuk mengetahui apakah ada kelalaian dalam kegiatan pengkaderan yang menyebabkan korban meninggal dunia.
"Kita akan tanya seputar apa legalitasnya kegiatan tersebut, dan apa pengawasan kampus terhadap kegiatan ini," ucap Arianto.
Arianto menyampaikan, pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan terhadap dokter jaga Rumah Sakit Aloe Saboe (RSAS) Kota Gorontalo.
"Berdasarkan keterangannya, memang tidak ada tanda kekerasan," ucap Arianto.
Baca Juga:Luas Panen Padi di Gorontalo Meningkat 48,83 Ribu Hektar
Hingga saat ini, polisi masih terus mengumpulkan bukti-bukti terkait kasus tersebut.
Keluarga korban sempat protes karena peristiwa itu baru diberitahukan setelah korban sudah meninggal dunia di rumah sakit. Peristiwa ini kemudian telah dilaporkan kepada pihak yang berwajib.