Kapal Pelni KM Sabuk Nusantara 85 Akan Berlayar di Kepulauan Pangkep Mulai Minggu Ini

Menambah rute ke wilayah Pangkajene dan Kepulauan

Muhammad Yunus
Senin, 06 Juni 2022 | 08:50 WIB
Kapal Pelni KM Sabuk Nusantara 85 Akan Berlayar di Kepulauan Pangkep Mulai Minggu Ini
Kapal Pelni Sabuk Nusantara 43 [SuaraSulsel.id / Antara]

SuaraSulsel.id - Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menugaskan PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) menambah rute ke wilayah Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan.

"Hal tersebut dilakukan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dan menumbuhkan sektor perekonomian di wilayah kepulauan khususnya di wilayah 3TP ( tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan)," kata Plt Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Arif Toha dalam keterangannya, Minggu 5 Juni 2022.

Sementara itu, Direktur Usaha Angkutan Penumpang Pelni Yahya Kuncoro menyampaikan bahwa terhitung 5 Juni 2022, KM Sabuk Nusantara 85 akan melayari rute tambahan ke Pangkep.

"Pelayaran perdana KM Sabuk Nusantara 85 diberangkatkan dari Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar, Minggu ini," katanya.

Baca Juga:2 Jenazah Korban KM Ladang Pertiwi Ditemukan di Sekitar Pulau Pamantauang Pangkep

Yahya menyebutkan bahwa tambahan rute KM Sabuk Nusantara 85 dilatari permintaan Bupati Pangkep kepada Menteri Perhubungan.

Permintaan tersebut dijawab oleh Kementerian Perhubungan dengan menambahkan rute tambahan KM Sabuk Nusantara 85, yang tadinya hanya menyinggahi 15 pelabuhan dalam satu trip.

Diharapkan kehadiran KM Sabuk Nusantara 85 dapat diterima dengan baik oleh masyarakat dan menghadirkan pelayaran yang aman dan mendorong perekonomian setempat.

KM Sabuk Nusantara 85 yang semula melayari rute Makassar-Selayar-Jinato-Kayuadi-Jampea-Bonerate-Kalatoa (PP), terhitung 5 Juni 2022, rutenya menjadi Makassar-Macini Baji-Dewakang-Lampo-Kalukalukuang-Pammantawang-Kalukalukuang-Dewakang Lampo-Maccini Baji-Makassar-Selayar-Jinato-Kayuadi-Jampea-Bonerate-Kalatoa (PP).

Dalam suratnya, Bupati Pangkep menyampaikan bahwa layanan transportasi laut di wilayahnya hanya dilayani oleh satu kapal perintis, KM Sabuk Nusantara 66, dengan waktu tunggu kedatangan per 10 hari.

Baca Juga:Polisi Periksa Pemilik Kapal Tenggelam di Perairan Pangkep KM Ladang Pertiwi 2

"Aktivitas masyarakat Pangkajene dan Kepulauan sangat bergantung pada transportasi laut dengan pilihan yang terbatas. Untuk itu, kehadiran KM Sabuk Nusantara 85 diharapkan menjawab kebutuhan masyarakat atas armada transportasi yang reguler dan terjadwal," ujarnya.

Yahya menegaskan, selain menjadikan keamanan dan keselamatan pelayaran sebagai prioritas, Pelni juga akan mengoptimalkan jadwal KM Sabuk Nusantara 66 dan KM Sabuk Nusantara 85.

"Dengan kehadiran dua kapal ini, kami akan usahakan waktu tunggu kapal turun signifikan dari per 10 hari menjadi seminggu sekali. Semoga ini bisa meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat setempat," katanya.

Kapal perintis merupakan kapal milik Kementerian Perhubungan yang dipercayakan untuk dioperatori Pelni sejak 2015.

Saat ini, Pelni mengelola 44 kapal perintis yang tersebar di berbagai wilayah tertinggal, terpencil, terluar dan perbatasan atau 3TP.

Pelayanan kapal perintis di wilayah 3TP menjadi bukti kehadiran negara dalam menyediakan sarana transportasi yang andal dan terjangkau. (Antara)

News

Terkini

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mendorong pembangunan daerah

News | 14:55 WIB

Terdakwa pelanggaran HAM berat Papua Isak Sattu hanya bisa menangis haru

News | 14:45 WIB

Isak Sattu hanya bisa menangis haru usai mendengar putusan hakim

News | 14:20 WIB

Sejumlah media asing menyoroti pengesahan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) menjadi KUHP

News | 13:26 WIB

Korban dikenal pekerja keras dan tulang punggung keluarga

News | 11:35 WIB

Pemprov Sulsel berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif

News | 10:40 WIB

Majalah Time menobatkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky

News | 09:37 WIB

Tim relawan BRI juga telah membantu proses evakuasi warga yang terisolir akibat rerentuhan pasca gempa.

News | 20:52 WIB

Dalam menjaga ketahanan pangan serta meningkatkan perekonomian masyarakat

News | 17:30 WIB

Bukan kasus dugaan uang koordinasi tambang ilegal yang menyeret nama Kabareskrim Polri

News | 16:28 WIB

Apresiasi kepada perusahaan yang telah mempekerjakan penyandang disabilitas

News | 13:30 WIB

P2DD Provinsi Sulsel raih penghargaan provinsi terbaik di KTI

News | 12:34 WIB

Prakiraan cuaca Sulawesi Barat dan sekitarnya

News | 07:12 WIB
Tampilkan lebih banyak