Selain itu, bikin antologi atau bunga rampai tulisan, memfasilitasi penulis muda atau pemula menerbitkan bukunya.
"Sebagai akademisi yang biasa menulis, Satupena ini bisa kita optimalkan untuk sharing pengalaman dan pemikiran, membantu publikasi teman-teman, terutama tema sejarah dan kearifan lokal," imbuhnya.
Makanya, ketika diajak dia langsung mengiyakan. Karena ada wadah bagi masyarakat untuk saling berbagi ilmu, memberi inspirasi dan motivasi. Masyarakat, lanjutnya, butuh wadah yang bisa menjembatani mereka melakukan kegiatan-kegiatan positif, memberikan pencerahan dan penguatan, dan mendorong orang supaya berani menulis.
"Intinya, bagaimana kita bisa bermakna melalui satupena, lewat tulisan-tulisan. Jadi, setiap orang bisa memberi warna, memberi kontribusi bagi organisasi, dan gerakan literasi di daerah ini," paparnya.
Baca Juga:Sejarah Singkat Hari Lahir Pancasila
Acara deklarasi Satupena Sulawesi Selatan ini akan dipandu oleh Andi Baetal Muqaddas, sebagai master of ceremony. Dosen Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar ini akan memandu sejumlah penampilan, antara lain pembacaan Puisi "Jalan Pena" oleh Nur Failia Majid kolaborasi dengan Haeruddin, yang dikenal sebagai pasinrili.
Selanjutnya, kegiatan deklarasi Satupena Sulawesi Selatan. Rencananya, akan hadir Koordinator Pulau Sulawesi, Hamri Manoppo.
Acara ini dibuat dengan memberikan ruang bagi beberapa penampil yang mewakili milenial dan generasi Z. Misalnya, akan hadir gadis penuh bakat, Lady Valeska. Siswa SMP Negeri 6 Makassar ini akan membawakan lagu Benderaku dan Sulawesi Pa"rasangan ta.
Juga akan tampil murid SD Inpres BTN IKIP 1, bernama Bilal, yang akan membacakan puisi karya Agus K Saputra. Masih ada lagi pembacaan puisi dwi bahasa, Makassar-Indonesia, dari Komunitas Anak Pelangi (K-Apel).
"Biar tambah semarak, akan ada pula lagu-lagu dari teman musisi yang lama bergabung dalam KPJ," ungkap Rusdin Tompo.