Lion Parsel, kata Fara, hanya mau mengganti Rp2 juta atas kehilangan tersebut. Farah mengaku jelas tidak mau menerima sebab tak sebanding dengan kerugiannya.
Ia pun bakal melaporkan kasus ini ke kepolisian karena pihak Lion Parcel angkat tangan. Apalagi, kata Fara, beberapa pengguna jasa lain juga mengalami hal yang sama.
Paket mereka hilang saat dikirim selama bulan ramadan.
"Saya tidak mau tandatangan karena hanya Rp2 juta dia mau kasih kompensasi. Sementara ongkos kirim paket itu saya bayar Rp6 juta semuanya, ditambah harga barang Rp20 juta. Tidak hanya saya, beberapa customer lain juga lapor banyak yang hilang barangnya selama bulan puasa," tegasnya.
Baca Juga:Jelang Lebaran, Aktivitas Pengiriman Paket di Kantor Pos Kota Solo Mulai Meningkat
Pihak Lion Parcel di Makassar yang dikonfirmasi juga enggan menanggapi. Panggilan telepon yang dilayangkan selalu ditolak. Begitupun dengan pesan singkat yang dikirim, hanya dibaca.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing