facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kasus Pembakaran Rumah Wartawan Ditangani Polisi Militer

Muhammad Yunus Selasa, 11 Januari 2022 | 07:25 WIB

Kasus Pembakaran Rumah Wartawan Ditangani Polisi Militer
Ilustrasi: Kebakaran hebat melanda gudang penyimpanan bungkil PT Sinar Tayan Inti Mulya/Dok.Tangkapan Layar video kebakaran

Diduga pelaku adalah Anggota TNI

SuaraSulsel.id - Penyidik Polda Aceh melimpahkan berkas perkara dugaan pembakaran rumah wartawan di Kabupaten Aceh Tenggara ke Polisi Militer Kodam (Pomdam) Iskandar Muda.

Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy di Banda Aceh, mengatakan pelimpahan perkara tersebut karena dugaan sementara pelaku mengarah kepada oknum TNI.

"Dari hasil penyidikan dan gelar perkara, dugaan pelaku mengarah kepada oknum TNI, sehingga kasusnya kami limpahkan ke Pomdam Iskandar Muda," kata Kombes Pol Winardy, Senin 10 Januari 2022.

Ia mengatakan penyidik sudah menyampaikan pelimpahan berkas perkara tersebut kepada korban. Korban juga sudah mengetahui perkara tersebut sudah dilimpahkan ke Pomdam Iskandar Muda (IM) melalui SP2HP.

Baca Juga: Beritakan Lemahnya Penanganan Banjir, Wartawan Ini Langsung Dipanggil Polisi

Sebelumnya, kasus tersebut ditangani Polres Aceh Tenggara. Kemudian, limpahkan ke penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Aceh.

Kombes Pol Winardy mengatakan pengambilalihan tersebut bukan karena ketidakmampuan Polres Aceh Tenggara dalam menuntaskan kasus pembakaran rumah insan pers tersebut.

Akan tetapi, pelimpahan penanganan perkara karena ada pertimbangan dan novum yang mengharuskan untuk didalami dan ditangani lebih lanjut.

"Dalam proses, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Aceh telah memeriksa ulang saksi-saksi dan melaksanakan gelar perkara," ucap dia.

Sebelumnya, rumah Aswani Luwi, wartawan surat kabar Harian Serambi Indonesia terbitkan Banda Aceh yang bertugas di Kabupaten Aceh Tenggara dibakar orang tidak dikenal pada pada 31 Juli 2019.

Baca Juga: Kronologi Jurnalis Jadi Korban Hipnotis dan Perampokan di Ciracas

Kasus tersebut kemudian dilakukan penyidikan hingga pada 13 Januari 2021 penyidik mengirim surat perintah dimulainya penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Tenggara. (Antara)

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait