Teluk Tahuna Dihantam Gelombang Tinggi, BPBD Sangihe Ungsikan 13 Keluarga

Kami sudah ungsikan 13 kepala keluarga yang tinggal di pesisir pantai Kelurahan Santiago akibat dihantam gelombang tinggi pada Selasa malam, ujar Labesi.

Erick Tanjung
Rabu, 08 Desember 2021 | 16:11 WIB
Teluk Tahuna Dihantam Gelombang Tinggi, BPBD Sangihe Ungsikan 13 Keluarga
Ilustrasi--Gelombang tinggi menghantam teluk Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara pada Selasa (7/12) malam. (Antara/Rahmad)

SuaraSulsel.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara mengungsikan 13 kepala keluarga warga Kelurahan Santiago Tahuna yang bermukim di tepi pantai akibat gelombang tinggi menghantam teluk Tahuna, Selasa (7/12) malam.

"Kami sudah ungsikan 13 kepala keluarga yang tinggal di pesisir pantai Kelurahan Santiago akibat dihantam gelombang tinggi yang menghantam teluk Tahuna pada Selasa malam," kata Kepala BPBD Sangihe, Wandu Labesi di Tahuna, Rabu (8/12/2021).

Warga yang diungsikan sebanyak 48 jiwa terdiri dari 8 keluarga dengan jumlah 27 jiwa di RT 11 dan di RT 10 ada 5 keluarga dengan jumlah 21 jiwa. Khusus 27 orang warga RT 11 diungsikan di rumah keluarga yang terdekat, sementara untuk 21 orang warga RT 10 diungsikan di Kantor Lurah Santiago.

"Kami sudah berikan bantuan berupa bahan makanan berikut tempat tidur termasuk kebutuhan lainnya,” kata Labesi.

Baca Juga:BMKG: Waspada Ancaman Gelombang Tinggi di Manado 3 Hari ke Depan

Menurut Wandu Labesi, sejak awal sudah ada peringatan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG, bahwa ada potensi terjadi peningkatan ketinggian pasang air laut maksimum yang signifikan di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

“BMKG sudah memperingatkan bahwa potensi terjadinya banjir rob di wilayah pesisir ini, sejak tanggal 1 Desember 2021 sampai 9 Desember 2021 mendatang,” ujar Labesi.

Menurut Labesi, peringatan BMKG tersebut kiranya menjadi atensi seluruh masyarakat dan aparat pemerintah kelurahan maupun pemerintah kampung yang masuk di wilayah pesisir, agar tetap mengantisipasi terkait dengan kemungkinan terjadinya gelombang tinggi disertai banjir rob.

“Jika ada wilayah yang terdampak banjir rob ini, mohon secepatnya dilaporkan kepada instansi teknis yaitu BPBD dan Dinas Sosial Kabupaten Sangihe, dalam rangka evakuasi masyarakat yang terkena dampak dari banjir rob,” kata dia. (Antara)

Baca Juga:Peringatan Dini BMKG, Gelombang Tinggi di Beberapa Wilayah Indonesia Termasuk NTB

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini