Ditahun 2010, kata dia, MU juga diketahui menerima paket amunisi kaliber 5,56 mm dari tersangka TH yang juga sudah ditangkap di daerah Poso. Sehingga diserahkan kepada tersangka SYM untuk digunakan sebagai sarana atau alat latihan di daerah Kolaka.
"Kemudian tersangka MU juga berperan untuk mencari lahan yang akan digunakan sebagai lokasi Tadrib atau latihan di Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara. Selanjutnya tersangka MU ini beberapa kali mengikuti pertemuan dengan anggota Jamaat Islamiyah lainnnya di daerah Jawa Tengah," kata dia.
"Dan pada tahun 2015 (MU) ikut dalam kegiatan Turba, di salah satu hotel dan penginapan di Kabupaten Luwu Timur serta di Poso Sulawesi Tengah untuk memperkenalkan ketua Bitonah yaitu tersangka dengan inisial MN alias T yang sudah dilakukan penangkapan di daerah Jawa Tengah pada bulan Agustus 2015," tambah Ade.
Untuk tersangka MM, juga merupakan anggota Toliyah wilayah Sulawesi yang juga berada di bawah tersangka HP yang diketahui dalam struktur organisasi Jamaah Islamiyah HP adalah Qoid Wakalah, Sulawesi.
Baca Juga:Densus 88 Kembali Tangkap Anggota JI usai Ciduk Pengurus Lembaga Pendanaan JI di Jabar
Perbuatannya MM adalah telah berbaiat atau mengucapkan janji setia kepada Amir (Pimpinan Tertinggi) Jamaah Islamiyah. Sebagai syarat untuk menjadi anggota Jamaah Islamiyah. Sehingga, sekitar tahun 2003, MM melakukan uji coba senjata M16 bersama dengan tersangka BH alias S yang sudah ditangkap di daerah Jawa Timur.
Sementara ditahun 2004, MM juga diketahui melakukan survei di daerah gunung Bulu Poloe atau Gunung Patah. Untuk digunakan sebagai tempat tadrib Jamaah Islamiyah.
"Pada 2004 mengikuti pelatihan di gunung Walenrang bersama dengan tersangka BH. Yang mana terdapat latihan pengenalan dan penggunaan senjata, jenis M16 dan Revolver," kata dia.
"Pada 2006 membuat tempat penyimpanan senjata dari gorong-gorong di bawah tanah di kebun miliknya. Di daerah Luwu Timur yang mana tersangka HR pernah menyimpan senjata di tempat tersebut," sambung Ade.
Tak hanya itu, pada tahun 2007, MM juga mengetahui dan memfasilitasi tersangka AG yang telah ditangkap di Provinsi Jawa Timur.
Baca Juga:Densus 88 Tangkap Dua Orang Terduga Teroris di Luwu Timur, Sulsel
Lalu pada tahun 2008 MM melakukan pelatihan di daerah Siwa, dimana dalam pelatihan tersebut selain melakukan kegiatan fisik berupa push up, sit up, hingga lari-lari yang juga diisi dengan pengenalan senjata api melalui gambar oleh tersangka H.