"Mau dipindahkan Sekret UKM. Katanya mau dibangunkan, cuma ukurannya 3x3. Kabarnya 3x3 itu untuk koperasi. Misalnya, kalau kita dipindahkan kita mau sekret di mana? Yang disediakan itu cuma tempat barang, tidak ada tempat yang bisa untuk menunjang kerja-kerja organisasi. Untuk barang saja," jelas Ari.
Karena menolak dipindahkan, Ari bersama rekan-rekannya kemudian mengajukan surat audiensi kepada Wakil Rektor III UMI Makassar Bidang Pembinaan Kemahasiswaan, Prestasi dan Hubungan Alumni, Nasrullah Arsyad pada 21 September 2021 untuk membahas perihal pengosongan Sekretariat UKM UMI tersebut. Tetapi, tetap tidak membuahkan hasil yang diharapkan.
"Itu yang kita ajukan audiensi terkait pengosongan UKM itu. Beberapa kali kita ajukan surat audiensi, kita ditolak mentah-mentah. Tidak melalui balasan surat juga. Karena kita sempat menyurat untuk audiensi, dibalas dengan kata tidak saja tidak dengan kata surat. Kita kirim surat audiensi ke WR III, beberapa kali begitu," kata dia.
"Banyak ini yang selalu datang tiap pagi ke sekret untuk suruh kita pindah. Kita tidak pindah karena memang tidak sesuai apa yang seharusnya, tidak sesuai dengan 3x3 ini. Kalau kita pindah, mau dipindahkan ke mana?," tambah Ari.
Baca Juga:7 Masa Depan Lulusan Komunikasi, Apa Saja Prospek Kerja Ilmu Komunikasi?
Hingga suatu hari, kata Ari, terdapat alat berat berupa ekskavator yang melakukan pembongkaran Seketariat UKM UMI. Tanpa adanya konfirmasi dan pemberitahuan yang diterima. Aksi pembongkaran ini terjadi pada 16 Oktober 2021.
Awalnya informasi yang didapatkan, kata Ari, bukanlah pembongkaran. Namun, saat tiba di lokasi ternyata memang pembongkaran yang terjadi.
"Kabarnya bukan pembongkaran yang kita dapatkan. Cuma pas sampai di situ ternyata pembokaran. Nah, sempat di depan Sekret UPPM sempat ditahan. Nanti dulu pak, jangan dulu membongkar karena kita sudah ajukan surat audiensi dan itu ditolak," terang Ari.
Mahasiswa yang menolak pembongkaran itu, berusaha menghentikan ekskavator tersebut sambil meneriakkan aksi protes seperti 'Kita Sudah Ajukan Audiensi Berhenti Membongkar. Kenapa WR III Tolak Ini Audiensi?' hingga berada di depan Sekretariat Seni UMI Makassar, mobil ekskavator pun berhasil dihentikan.
"Tapi tetap kukuh untuk membongkar dan sampai membongkar Sekret Seni, di situ mulai. Mungkin respon dari teman-teman yang kaget karena sempat di dalam ini masih ada orang yang istirahat. Karena tiba-tiba juga tidak ada pemberitahuan sebelumnya. Spontan teman-teman mungkin ada yang melempar atau apa. Sempat juga saya dipiting sama Firman yang Kepala Satpam kalau tidak salah. Dipiting lalu dibanting ke tanah," ungkap Ari.
Baca Juga:Diduga Terkait Pemberitaan, Jurnalis di Kendari Diintimidasi
Karena banyak sekali massa yang protes, kata dia, aksi pembongkaran pun berhasil dihentikan. Ekskavator itu pun juga memilih untuk meninggalkan lokasi.