Dari situ, Andi Mustamin kembali ke Makassar dan menyampaikan hal-hal yang ia alami selama melaksanakan ibadah haji di Mekkah, Arab Saudi kepada para ulama dan kiai terkait bisikan gaib tersebut.
![Interior Masjid Al Fatih Al Anshar di Jalan Paccinang Raya, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan / [SuaraSulsel.id / Muhammad Aidil]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/04/19/27192-masjid.jpg)
"Beliau bersilaturahim menyampaikan bahwa beliau mau bangun masjid di Makassar dan mengikuti sudut-sudut miniatur Kakbah, apakah dibolehkan? Apakah tidak salah?. Ahli ulama mengatakan silahkan tidak ada larangan. Bahkan, itu sebagai bentuk syiar. Barang siapa yang mensyiarkan atau mempromosikan sesuatu yang dicintai dan dihormati Allah SWT. Tentu itu baik untukmu terlebih lagi Tuhannmu," ungkap Wahyu Bastani.
Karena itu, Andi Mustamin Anshar pun membangun sebuah masjid sesuai dengan bisikan yang ia dapatkan saat melaksanakan ibadah haji. Masjid tersebut kemudian diberi nama Masjid Al Fatih Al Anshar.
Nama Al Fatih, diambil dari nama cucu pertama Andi Mustamin Anshar, yakni Muhammad Al Fatih. Sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT. Al Fatih memiliki arti pembuka.
Baca Juga:Beduk Masjid Agung Solo Ditabuh Setiap Tengah Malam di Bulan Ramadhan
![Interior Masjid Al Fatih Al Anshar di Jalan Paccinang Raya, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan / [SuaraSulsel.id / Muhammad Aidil]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/04/19/25263-masjid.jpg)
Sedangkan, nama Al Anshar diambil dari nama belakang Andi Mustamin Anshar sendiri yang berarti penolong. Dan diresmikan oleh Pimpinan Pondok Pesantren DDI Mangkoso Anregurutta Prof Muhammad Farid Wajdi pada Jumat tanggal 9, Ramadhan 1436 Hijriah.
"Alhamdulillah masjid ini dibangun kurang lebih sekitar sembilan bulan selesai. Dan Alhamdulillah dana itu mengalir seperti air keran, tidak pernah putus," terang Wahyu.
Orang yang mendesain bangunan Masjid Al Fatih Al Anshar alias Masjid Ka'bah tersebut adalah H Muhammad Akbar Wisudaan selaku master arsitektur di Universitas Indonesia, Jakarta, yang tidak lain merupakan putra dari Andi Mustamin Anshar sendiri.
"Putra beliau sendiri," beber Wahyu.
Semua desain yang digunakan di Masjid Al Fatih Al Anshar memiliki makna tersendiri. Seperti lima pintu masjid Al Fatih Al Anshar yang diambil dari salat lima waktu bagi umat muslim.
Baca Juga:Bikin Puasa Engga Berasa, Ini Ide Ngabuburit yang Bisa Dicoba
"Dan semua ini punya makna. Kalau ada pintu dua itu, melambangkan salat subuh dua rakaat. Tiga pintu melambangkan salat salat magrib tiga rakaat. Empat pintu salat Isya empat rakaat, salat Dhuhur dan Ashar. Jadi ada nilai spiritualnya atau agamanya," ungkap Wahyu.