Belajar Islam dari KH Ahmad Dahlan : Taat, Tidak Radikal, Tidak Sok Suci

Ada tujuh belas karakter atau sifat berkemajuan KH Ahmad Dahlan

Muhammad Yunus
Senin, 19 April 2021 | 18:35 WIB
Belajar Islam dari KH Ahmad Dahlan : Taat, Tidak Radikal, Tidak Sok Suci
KH Ahmad Dahlan / [muhammadiyah.or.id]

SuaraSulsel.id - Banyak ulama di Indonesia yang bisa menjadi tauladan bagi umat islam. Sehingga tidak harus terjebak dalam satu pemikiran atau pendapat ulama. Dimana dampaknya bisa memecah belah umat.

Salah satu tauladan yang bisa menjadi referensi dalam beragama adalah KH Ahmad Dahlan. Pendiri ormas Islam besar di Indonesia, Muhammadiyah.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti, menyimpulkan ada tujuh belas karakter atau sifat berkemajuan KH Ahmad Dahlan.

Mengutip dari Muhammadiyah.or.id Pertama, Kiai Dahlan itu seorang ningrat tetapi tetap merakyat.

Baca Juga:Angel Lelga Pindah Agama, Orangtua Belum Terima Anaknya Peluk Islam

Kedua, seorang yang puritan, tauhidnya bertauhid yang murni tetapi sangat inklusif dalam pergaulan.

“Kita bisa baca itu misal dalam bukunya Sutrisno Putoyo, atau mungkin Solihin Salam yang mengungkap pergaulan Kiai Dahlan yang sangat luas,” kata Mu’ti, Ahad 18 April 2021.

Ketiga, seorang yang kritis tetapi juga konstruktif. Kiai Dahlan itu seorang yang gelisah dengan berbagai persoalan yang ada tetapi langsung memberikan solusi bagaimana menyelesaikan masalah itu.

Keempat, seorang Priyayi yang melayani. Kalau dilihat dari silsilah keluarganya, di lingkungan Kraton itu termasuk kalangan ningrat dan priyayi. Karena Kiai Dahlan sebagai Khatib Amin, mendapatkan gelar Raden Ngabei yang hampir jarang disebut.

Kelima, seorang yang kaya tetapi bersahaja.

Baca Juga:Akademisi: Wacana Koalisi Partai Islam Dapat Membawa Semangat Universal

Keenam, seorang hartawan tetapi juga dermawan. Kita semua tahu bagaimana kedermawanan Kiai Dahlan selama ini.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini